Enam Desa di Kutai Tak Manfaatkan Dana Desa

share on:
Enam desa di Kutai tidak memanfaatkan dana desa dari APBN 2015 - sorotpurworejo.com
Enam desa di Kutai tidak memanfaatkan dana desa dari APBN 2015 – sorotpurworejo.com

Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Jubi – Sebanyak enam desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tidak memanfaatkan dana desa tahun anggaran 2015 dari pemerintah pusat, sehingga uang yang sudah ditransfer dari APBN itu masih mengendap.

“Ada beberapa alasan mengapa enam desa ini tidak memanfaatkan dana desa. Pertama, santernya isu dana desa yang rawan diselewengkan, sehingga mereka takut menggunakan untuk menghindari masalah,” kata Satuan Kerja Khusus Pembinaan dan Pengendalian Implementasi UU Desa, Syafruddin, di Kota Bangun, Kutai Kartanetara, Selasa (23/2/2016).

Kedua, regulasi yang berubah-ubah serta lambatnya pencairan dana desa sampai Oktober 2015.

Ketiga, alokasi dana desa dari kabupaten setempat, sehingga aparatur desa khawatir tidak bisa menyelesaikan dua anggaran secara bersamaan dengan pertanggungjawaban yang berbeda, sehingga mereka memilih memanfaatkan dana desa dari pemkab yang nilainya sekitar Rp 2 miliar per desa.

Enam desa yang tidak memanfaatkan dana desa itu dalah Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, alokasi Rp 266,88 juta, Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang, Rp 268,85 juta.

Desa Lamin Telihan (Kecamatan Kenohan) Rp 284,5 juta, Lamin Pulut Rp 272,45 juta, Bandang Raya (Kecamatan Tenggarong) Rp 273 juta, dan Muara Kebaq Rp 270,99 juta.

“Di Kabupaten Kutai Kartenegara terdapat 193 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Enam desa yang tidak memanfaatkan dana desa, berarti 187 desa atau lebih 90 persen sudah memanfaatkan dana tersebut,” katanya.

Dari 187 desa yang memanfaatkan dana desa tersebut, belum semuanya mampu mencairkan dana karena masih ada yang dalam proses pencairan tahap II dan III, karena masih menyusun pelaporan dan penuntasan tahap sebelumnya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Enam Desa di Kutai Tak Manfaatkan Dana Desa