Warga Jayapura: Tak Masalah Tanpa Kantong Plastik

share on:
Ilustrasi - Jubi/IST
Ilustrasi – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Rencana pemerintah menerapkan kantong plastik berbayar atau penggunaan kantong belanja untuk konsumen di supermarket pada 21 kota di Indonesia termasuk Jayapura direspon positif sejumlah warga setempat.

Salah satu warga Perumnas I Kota Jayapura, Trias Stevani, mengatakan tak masalah. Jika aturan itu diberlakukan, mau tak mau harus diikuti.

“Kalau memang itu kebijakan pemerintah, mau bagaimana lagi. Tentu pihak swalayan juga tak mau ambil resiko. Jadi kita masyarakat ikut saja,” kata Trias, kepada Jubi, Minggu (20/2/2016).

Menurutnya, kalaupun warga dianjurkan membawa tas belanjaan dari rumah ketika akan berbelanja di swalayan tak masalah.

“Kalaupun warga harus memakai kantong plastik berbayar, saya rasa selama harganya tak memberatkan, tak apa-apa,” ucapnya.

Namun kata Trias, mungkin saja akan banyak pengunjung swalayan terutama yang awam akan protes ketika aturan itu baru diberlakukan. Selama ini yang masyarakat pahami, ketika belanja di swalayan, disiapkan kantong plastik untuk tempat belanjaan mereka.

“Makanya aturan-aturan seperti perlu disosialisasaikan secara baik kepada masyarakat. Saya sendiri juga baru tahu kalau hal itu akan diberlakukan,” katanya.

Salah satu pemilik kios di sekitar Ekspo Waena, Kota Jayapura, Febriyani, mengatakan ia belum tahu akan pemberlakuan aturan itu. Namun ia menilai pemberlakukan kantong plastik berbayar sebaiknya hanya diberlakukan di swalayan atau supermarket.

“Kalau di kios-kios saya rasa tak perlu. Toh pembeli juga tak seramai di supermarket. Kalau di supermarket pembeli setiap harinya ratusan orang. Jelas butuh ratusan kantong plastik belanjaan. Kalau di kios, paling hanya puluhan. Itupun kadang ada barang yang tak perlu pakai kantong plastik,” kata Febriyani.

Ia mengaku setiap hari menggunakan minimal 10 kantong plastik ukuran kecil untuk belanjaan pembelinya. Untuk kantong plastik ukuran besar biasanya hanya tiga sampai lima. Namun kadang juga tidak sama sekali. Tergantung dari belanja pembeli. Yang biasa pakai kantong ukuran kecil itu jika pembeli membeli barang jenis gula pasir, teh, dan susu.

“Kantong besar kalau pembeli membeli dalam jumlah cukup banyak dan agak berat. Tapi kadang juga ada pembeli ketika ditawarkan kantongan, dia tak mau. Apalagi kalau hanya beli satu jenis barang kebutuhan,” ucapnya.  (Arjuna Pademme)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Jayapura: Tak Masalah Tanpa Kantong Plastik