Pekanbaru Segera Terbitkan Peraturan Kantong Plastik Berbayar

share on:
Komitmen mengurangi sampah plastik dengan menerapkan kantong plastik berbayar atau kantong belanja yang bisa dipakai ulang - pojoksatu.id
Komitmen mengurangi sampah plastik dengan menerapkan kantong plastik berbayar atau kantong belanja yang bisa dipakai ulang – pojoksatu.id

Pekanbaru, Jubi – Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, segera menerbitkan peraturan wali kota terkait dengan kantong plastik berbayar di wilayah setempat.

“Wali kota perintahkan kami memanggil semua pemilik swalayan, ‘minimarket’, ‘supermarket’, dan gerai lainnya untuk membuat satu kesepakatan tentang kantong plastik berbayar,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Masirba Sulaiman, di Pekanbaru, Selasa (23/2/2016).

Kesepakatan itu didasarkan atas informasi yang diperoleh pihaknya bahwa penetapan harga kantong plastik berbayar di setiap daerah berbeda serta untuk menguatkan edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pemberlakuan kantong plastik berbayar di daerah.

“Informasinya besaran kantong plastik berbayar tiap daerah tidak sama, ada X rupiah, Y rupiah,” katanya.

Peraturan tersebut juga sebagai upaya sosialisasi bagi para petugas swalayan dan gerai di Pekanbaru yang saat inspeksi banyak yang tidak paham dan belum tahu terkait pemberlakuan kebijakan penggunaan kantong plastik berbayar tersebut.

“Wali Kota tidak ingin ada masalah dengan dipertanyakan dasar hukum pemberlakuan hal tersebut oleh konsumen/pembeli,” katanya.

Usai rapat yang rencananya digelar Rabu (24/2) akan diperoleh kesepahaman dan Pemkot Pekanbaru bisa segera menuangkannya dalam bentuk payung hukum daerah.

Pemkot juga sudah menyampaikan edaran dan sosialisasi sebelum payung hukum diterbitkan, sedangkan para pengelola swalayan dan gerai harus menyosialisasikan pemberlakuan kantong plastik berbayar kepada pembeli dengan menempel aturan dan dasar hukum.

“Kalau ada surat mereka pegang, surat dari kementerian itu boleh diberlakukan, susahnya kalau tidak ada kita akan dipertanyakan oleh konsumen,” katanya.

Ia mengingatkan pengelola swalayan dan gerai tetap harus menanyakan kesediaan pembeli apakah mau membeli kantong plastik atau tidak.

“Kalau mereka menolak jangan dipaksa,” katanya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pekanbaru Segera Terbitkan Peraturan Kantong Plastik Berbayar