Musje Werror New Guinean Pertama, Pimpin Tambang Ok Tedi PNG

share on:
Musje Werror - IST
Musje Werror – IST

Jayapura, Jubi- Sejarah pertambangan di Papua New Guinea diawali sejak 1878 saat demam emas melanda Sungai Laloki letaknya 10 mil kepedalaman dari Ibukota PNG Port Moresby. Selanjutnya demam emas besar terjadi lagi di Papua New Guinea(PNG) pada 1926 di aliran Sungai Korangga yakni anak Sungai Bulolo.

George A Mealey dalam bukunya berjudul “Grasberg” menyebutkan dalam dekade 1920 an emas seharga 1,3 juta poundsterling telah dikeluarkan dari perut Papua New Guinea, dalam tahun 1930 an angka ini meningkat menjadi 15 juta poundsterling.

Selanjutnya pada 1960 an dan 1970 an tambang besar mulai dibuka di Ok Tedi atau hanya beberapa kilometer dari Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat tambang terbesar di PNG yang dikelola oleh BHP Bliton dari Australia. Begitupula tambang di Buka Bougainville, Papua New Guinea baru dibuka.

Sedangkan di Provinsi Papua tambang Freeport baru beroperasi dan mengeksport konsentrat bijih tembaga pada 1 Maret 1973 dari Pelabuhan Port Side Timika. Namun dibalik kekayaan tambang di Pulau New Guinea, belum ada satu pun orang Papua menduduki posisi penting di perusahaan tambang milik orang asing tersebut.

Di Papua New Guinea, sejak 2014 baru pertama kali orang New Guinean menduduki posisi penting di perusahaan tambang Ok Tedi di PNG. Musje Werror putra kedua dari Moses Werror pentolan pejuang Papua Merdeka dan perawat Rumanum menduduki posisi penting di tambang Ok Tedi.
Ia bersama orang tuanya tinggal di Madang setelah ayah kandungnya Mozes Werror melintasi perbatasan PNG dan Provinsi Papua sekitar 1969 usai pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969. Ayahnya Moses Werror berasal dari Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Melanesia -Indonesia.

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Musje Werror New Guinean Pertama, Pimpin Tambang Ok Tedi PNG