Ratusan Lapter di Papua Dibawah Standar

share on:
Lapangan terbang di Pogapa, Intan Jaya – Ist
Lapangan terbang di Pogapa, Intan Jaya – Ist

Jayapura, Jubi – Dinas Perhubungan Provinsi Papua menyatakan ratusan Lapangan Terbang (Lapter) di Papua dibawah standar.

Kepala Bidang Perhubungan Udara, Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Nasiaput Itlay mengatakan, kurang lebih ada 300 Lapter yang tersebar di berbagai kabupaten di Papua masih dibawah standar. Ratusan Lapter itu hanya memiliki panjang landasan dibawah 1.000 meter.

“Yang dikelola oleh Pemerintah Pusat melalui Unit Pelayanan Bandara Udara (UPBU) itu hanya 35. Ini sudah termasuk lapter dan bandara,” kata Nasiaput Itlay, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, Lapter tersebut berada di berbagai kabupaten terutama di wilayah pegunungan tengah Papua diantaranya Puncak Jaya, Puncak, Pegunungan Bintang dan Yahukimo.

“Yang paling banyak itu Kabupaten Yahukimo dengan Pegunungan Bintang. Kalau untuk bandara, Papua juga memiliki bandara dengan landasan terpanjang. Itu Bandara Frans Kaisiepo di Kabupaten Biak,” ucapnya.

Katanya, bandara Biak sangat layak. Panjang landasannya kurang lebih 3.575 meter. Bandara Frans Kaisiepo merupakan bandara terpanjang ke tiga di Indonesia.

“Bandara terpanjang pertama di Medan, kedua di Kalimantan dan Cengkarang, kemudian di Biak. Itu kapasitasnya internasional karena mencukupi panjangnya. Konstruksi dasarnya juga sudah bagus. Dasarnya kan karang, jadi kuat,” katanya.

Pada suatu kesempatan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Papua, Elia Loupaty mengatakan, Lapter perintis yang ada di Papua dibangun oleh misionaris gereja bersama masyarakat setempat. Lapter perintis yang dibangun ini kebanyakan memiliki panjang landasan tak lebih dari 600 meter.

“Hampir 300 Lapter. Ini atas usaha masyarakat dan misionaris serta gereja–gereja di pedalman. Itu belum keseluruhan jika ada penambahan, Rata–rata lapter yang dibangun itu panjangnya hanya 600 meter, dan posisinya tidak lurus. Ini memang harus diperbaiki dari waktu ke waktu” kata Loupaty kala itu.

Meski belum memadai, namun kata dia, apa yang dilakukan misionaris itu patut diapresiasi karena tanpa mereka tidak ada lapangan terbang dan akan sulit untuk menjangkau daerah wilayah pedalaman. (Arjuna Pademme)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ratusan Lapter di Papua Dibawah Standar