Janji Pemprov Papua Bantu Dana Rp 20 Milyar Bangun RSUD Merauke Belum Direalisasikan

share on:
Seorang pasien sedang konsultasi di RSUD Merauke – Jubi/Ans K

Merauke, Jubi- Pemerintah Provinsi Papua pernah menjanjikan dana sebesar Rp 20 milyar untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke tipe B di Belakang Veteran, Kelurahan Kelapa Lima. Namun sampai sekarang,  dana belum juga direalisasikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Stevanus Osok diruang kerjanya Kamis (25/2/206) membenarkan janji Pemerintah Provinsi Papua ini.

“Memang benar ada janji dari Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk membantu dana sebesar Rp 20 milyar yang akan dimanfaatkan membangun rumah sakit tipe B. Tetapi, belum ada tindaklanjut realisasi,” ungkap Osok.

Saat ini, lanjut Osok, pemerintah setempat telah menyiapkan dana sebesar Rp 15 milyar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) guna pembangunan rumah sakit dimaksud. Sesuai master plan, dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 300 milyar.

Osok menjelaskan, minggu depan, dirinya akan berangkat ke Jayapura sekaligus mempresentasikan rencana pembangunan rumah sakit itu yang sedianya akan mulai berlangsung tahun 2016.

Anggaran pembangunan rumah sakit, sangat besar. Karena skalanya adalah tipe B yang juga menjadi rumah sakit rujukan untuk wilayah Selatan Papua yang meliputi Kabupaten Boven Digoel, Mappi dan  Asmat. Luasan tanah yang telah dipersiapkan kurang lebih 40 hektar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke telah melakukan pembebasan dengan pembayaran ganti rugi sebesar Rp 1,5 milyar. Hanya saja belum dilakukan pelepasan dan dibuatkan sertifikat.

“Meski begitu, kegiatan pembersihan dan penimbunan di areal dimaksud, sedang dilakukan. Karena rencana pemerintah, kegiatan pembangunan sudah dilakukan tahun ini,” katanya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Nevil Mustika beberapa waktu lalu membenarkan juga jika akan dibangun rumah sakit tipe B yang nantinya siap melayani pasien di Wilayah Selatan Papua.

Selain soal RSUD tipe B ini, Nevil Mustika mengeluhkan masalah dokter spesialis anastesi. Saat kunjungan Menteri Kesehatan RI, dr. Nila F Moeloek di RSUD Merauke, awal Februari lalu, hal ini disampaikannya.

“Belum adanya dokter spesialis anastesi selama ini mengakibatkan beberapa pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain seperti Jayapura maupun di Jawa. Ya, kalau berkenan, ibu Menkes bisa mengatur ada dokter anastesi ditempatkan di RSUD Merauke,” pintanya saat itu. (Frans L Kobun)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Janji Pemprov Papua Bantu Dana Rp 20 Milyar Bangun RSUD Merauke Belum Direalisasikan