Pemerintah Biak Belum Siapkan Aturan Pelarangan Minyak Goreng Curah

share on:
minyakgoreng
Ilustrasi – IST

Biak, Jubi – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua masih belum menyiapkan aturan bagi penerapan kebijakan pelarangan penjualan minyak goreng curah yang efektif diberlakukan mulai Maret 2016.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Biak Numfor, Widiarto di Biak, Kamis (25/2/2016) mengatakan penggunaan minyak goreng curah di masyarakat setempat hingga saat ini cukup tinggi.

“Data menunjukan saat ini warga di berbagai kampung di Biak masih dominan menggunakan minyak goreng curah, kalau kebijakan ini dipaksakan bisa menjadi masalah bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ucapya.

Selama ini penjualan minyak goreng curah masih tinggi di pasaran karena warga dapat membeli dalam jumlah kecil atau ukuran setengah liter atau seperempat liter dengan harga sangat murah Rp5.000 hingga Rp7.000.

Sedangkan jika warga membeli minyak goreng kemasan, harga jualnya sangat mahal serta tidak dapat membeli sedikit seperti kemasan minyak goreng curah yang dijual di pasaran.

“Kondisi sosial masyarakat di wilayah Papua sudah saya sampaikan ke dirjen Kementerian Perdagangan, ya untuk wilayah Papua kebijakan pelarangan penjuakan minyak curah perlu ditinjau,” katanya.

Widiarto mengakui, rencana pelarangan penjualan minyak curah merupakan program pemerintah tetapi hal ini tidak bisa dilakukan secara serentak karena memerlukan sosialisasi serta kesiapan masyarakata menghadapi kebijakan pusat.

Disprindag Biak tetap mempersilakan konsumen memilih minyak goreng sesuai kebutuhan.

Harga jual minyak goreng curah di pasar Biak hingga Kamis pagi masih marak karena harganya sangat murah berkisar Rp13 ribu hingga Rp14 ribu/liter.

Beberapa konsumen minyak curah ramai dari kalangan pedagang gorengan dan warga kampung berpenghasilan rendah masih menggunakan minyak goreng murah untuk keperluan memasak. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah Biak Belum Siapkan Aturan Pelarangan Minyak Goreng Curah