Penerapan Plastik Berbayar Harus Diawali Sosialisasi

share on:
Tampak kios di Sentani, Kabupaten Jayapura, yang menyediakan plastik bagi para pembeli – Jubi/Engel Wally
Tampak kios di Sentani, Kabupaten Jayapura, yang menyediakan plastik bagi para pembeli – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Pemerhati lingkungan di Kabupaten Jayapura, Papua mengapresiasi penerapan plastik berbayar di Indonesia, termasuk di Jayapura untuk mengurangi sampah plastik. Namun kebijakan tersebut harus didahului sosialisasi sehingga masyarakat memahaminya.

“Sebagian besar daerah di republik ini telah menerapkan penggunaan plastik berbayar. Kita berharap hal ini dapat diterapkan di daerah ini (Kabupaten Jayapura) juga,” kata pemerhati lingkungan di Jayapura, Marshall Suebu ketika ditemui Jubi di Sentani, Jayapura, Kamis (25/2/2016).

Penerapan plastik berbayar sebenarnya tidak hanya di mall-mall atau supermarket, tetapi juga dimulai dari masyarakat dan menanamkan kesadaran masyarakat.

“Contoh terdekat adalah saudara kita Kota Jayapura yang mulai menerapkan hal ini. Kabupaten Jayapura juga harus memulainya. Maka dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak, sehingga penerapannya dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Disinggung soal harga plastik berbayar seperti yang sudah diberlakukan di Kota Jayapura, Ketua Club Pencinta Alam Hirosi Papua itu berpendapat harus disesuaikan dengan kondisi satu daerah.

“Harga di Jakarta beda dengan harga di Papua. Kalau bisa harga di sini lebih tinggi dari harga di Jakarta, kenapa? Dengan harga yang tinggi misalnya Rp 8.000 – Rp 10.000 maka ada pilihan yang dibuat oleh masyarakat antara membeli plastik atau membawa noken dari rumah masing-masing,” katanya.

Ditemui terpisah, salah satu pemilik kios di Sentani, Asmirah mengaku kesulitasn dalam melayani pembeli. Oleh sebab itu, pemerintah harus melakukan sosialisasi sebelum menerapkan penggunaan plastik berbayar. (Engel Wally)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penerapan Plastik Berbayar Harus Diawali Sosialisasi