Solidaritas KLB Mbua: Negara Gagal Ungkap Penyebab Kematian

share on:
Suasana diskusi panel yang digelar solidaritas KJLB di aula asrama mahasiswa Mimika, Jayapura, Rabu (25/02) - Jubi/Abeth
Suasana diskusi panel yang digelar solidaritas KJLB di aula asrama mahasiswa Mimika, Jayapura, Rabu (25/02) – Jubi/Abeth

Jayapura, Jubi – Sejumlah elemen yang terdiri dari mahasiswa, tokoh agama, akademisi, tokoh perempuan, dan pemerhati hak asasi manusia, yang menamakan Solidaritas Korban Jiwa Luar Biasa (SKJLB) Mbua, nyatakan pemerintah gagal mengungkap puluhan kematian balita di Mbua, Kabupaten Nduga.

“Dari diskusi panel bertema Menelusuri KLB Mbua yang kami gelar dengan narasumber Pdt. Dr. Benny Giay, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, akademisi Uncen, Marinus Yaung, pemerhati HAM Papua, Mathius Murib, dan Fintje Yarangga, kami sepakat pemerintah gagal mengungkap kasus KLB Mbua,” kata Sekretaris Solidaritas KJLB Mbua, Soleman Itlay, kepada Jubi di Jayapura, Kamis (25/2/2016).

SKJLB Mbua menilai pemerintah terlambat mengungkap kasus Mbua dan akan membentuk tim investigasi independen (TII) untuk mengungkap kasus tersebut.

“Tim akan cari tahu apa penyebab kematian manusia dan hewan peliharaan di Mbua agar masyarakat bisa hindari,” katanya.

Selain Mbua, ada dua distrik yang mengalami nasib sama, yakni Dal dan Mbulmiyalma.

Untuk menentukan tim investigasi ini, lanjut Itlay, pihaknya akan lakukan diskusi lagi untuk memutuskan siapa atau lembaga apa saja yang layak masuk dalam tim tersebut.

“Tapi intinya tim investigasi yang independent multidimensi,” katanya.

Akdemisi Uncen, Marinus Yaung, mengatakan dirinya siap mendukung tim investigasi yang rencananya akan dibentuk.

“Saya minta pemerintah daerah,jangan berpikir maslah ini sudah selesai. Tim investigasi harus pastikan, ini virus buatan atau tidak,” kata Marinus Yaung.  (Abeth You)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Solidaritas KLB Mbua: Negara Gagal Ungkap Penyebab Kematian