Kelompok Bersenjata Dukung PMB-BBI

share on:
Salah seorang murid PAUD Kuayawage saat menyambut rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua - Jubi/Roy Ratumakin.
Salah seorang murid PAUD Kuayawage saat menyambut rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – “Jangan ambil foto saya dan juga pasukan saya. Kalau mau mengutip apa yang saya katakan boleh tetapi jangan sekali-kali mengambil foto kami.”

Begitulah kalimat yang keluar dari kepala kelompok bersenjata yang tak mau menyebutkan namanya yang berbasis di wilayah Distrik Kuayawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua kepada Jubi, Kamis (25/2/2016).

Kedatangan puluhan kelompok bersenjata ke Distrik Kuayawage karena ingin melihat secara langsung proses workshop yang dilakukan oleh SIL Internasional Indonesia terhadap guru-guru lokal tentang Program Pendidikan Multi Bahasa Berbasis Bahasa Ibu (PMB-BBI) yang berlangsung selama empat hari.

“Kami sangat mendukung pendidikan. Kami ingin anak-anak kami bisa pintar dan sekolah di luar negeri. Kami tidak mau anak kami sekolah di Indonesia karena kami ingin merdeka,” katanya kepada Jubi dalam bahasa Lani yang diterjemahkan oleh tokoh masyarakat setempat yang juga tidak mau namanya di korankan.

Suasana workshop yang semula berjalan lancar mulai terlihat kaku akibat kedatangan para kelompok bersenjata tersebut. Sekali-kali terjadi perdebatan antara tokoh masyarakat dan para kelompok bersenjata tersebut dengan bahasa Lani yang tidak dimengerti oleh rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua termasuk Jubi.

Kepala Kelompok Bersenjata tersebut kembali menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses yang dilakukan oleh pihak SIL Internasional Indonesia. “Jangan sampai berhenti di tengah jalan. Kami akan mengikuti terus proses ini. Kami suka dengan orang barat, kami juga senang kalau anak-anak kami bisa belajar dengan mereka,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua,Desman Kogoya yang sempat berkomunikasi dengan pihak kelompok bersenjata tersebut mengatakan bahwa sebenarnya kelompok bersenjata tersebut baik-baik orangnya.

“Mereka itu sebenarnya baik, namun karena perbedaan ideology mereka seperti itu. Dan itu yang harus kita hargai,” katanya sembari berharap pihak kelompok bersenjata tersebut mendukung program PMB-BBI hingga tuntas. (Roy Ratumakin)

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kelompok Bersenjata Dukung PMB-BBI