Mengapa Boaz T Solossa dan kawan-kawan, ke Liga Timor Leste?

share on:
LIga Timor Leste bergulir 26 Februari-anak-anak Papua ikut meramaikan-Jubi/ist
LIga Timor Leste bergulir 26 Februari-anak-anak Papua ikut meramaikan-Jubi/ist

Jayapura, Jubi- Sebagai seorang pemain bintang, tentunya Bochi alias El Capitano Persipura bisa memilih Malaysia atau Liga lainnya di Asia. Bahkan Coach Rahmad Darmawan sendiri menawarkan Bochi ke T Team Malaysia. Tapi tawaran eks coach Persipura itu ditepis, Bochi ke Carsae FC.

 

Pilihan Boaz jatuh ke Carsae FC di Liga Sepakbola Timor Leste, selama empat bulan akan berkostum biru-biru Carsae. Boaz baru sempat bermain babak kedua pada Jumat (26/2/2016) saat Carsae FC melawan DIT FC.  Beruntung bola rebound Boaz berhasil disambar Ari dan Carsae  FC menang 1-0 memasuki injury time akhir pertandingan.

Boaz dan Octo mengawali laga perdana bersama klub milik Pedro Miguel Carrascalao putra mantan Gubernur Provinsi Timor Timur dengan kemenangan. Saat bermain Imanuel Wanggai tidak diturunkan karena masih di Jayapura menjemput istri dan anaknya. Kabarnya Manu akan ke Dilli pada 29 Februari sebab 3 Maret, Carsae FC akan bermain.

Alasan memilih Liga Timor Leste jelas mencari pengalaman dan kompetisi di Indonesia belum berjalan. Percuma ikut turnamen yang tidak ada ujungnya alias hanya sekadar bermain.

Kalau Liga Timor Leste, bisa berkompetisi satu musim dengan waktu pertandingan yang lama, termasuk kontrak dan kepastian gaji. Boaz mengaku hati kecilnya masih bersama Persipura, Manu Wanggai pun demikian Mutiara Hitam selalu di hati.

Berbeda dengan Octovianus Maniani memilih Timor Leste karena merasa pulang kampung karena ada kesamaan Papua dan Timor Leste. Maniani tak menepis kalau ingin merasakan atmosfir dan daya tarik kemerdekaan di negara bekas Provinsi RI ke 27 itu.

Imanuel Wanggai dan Titus Bonay sudah membawa keluarga ke Kota Dilli untuk mengikuti kompetisi di Liga Timor Leste.

Kepada Reporter TV Timor Leste, Titus Bonay striker Karketu FC mengaku sangat senang karena kompetisi lama sebab di Indonesia hanya turnamen saja. Sementara Tibo masih tinggal di hotel, nanti akan dikontrakan rumah dan mendapat mobil selama tinggal di Dilli.”Saya mengucap syukur karena bisa bermain di sini dan akan membuat yang terbaik untuk Karketu Dilli FC,”kata mantan Kapten Sriwijaya FC.

Hal senada juga dikatakan Patrick Wanggai, rekan setim Tibo di Karketu FC akan memberikan yang terbaik. “Saya rasa semua pemain akan bermain serius dan memberikan kemenangan bagi klub Karketu,”kata eks striker Persipura dan Persidafon seraya menambahkan ingin memajukan Liga Timor Leste.

Sementara itu giliran eks tiga punggawa Persiram Raja Ampat, Marco Kabiay, Moses Banggo dan Elvis Harewang juga mengikuti jejak senior mereka ke Timor Leste. Boaz dan kawan-kawan bermain di Liga Utama Timor Leste.

Agen pemain, Jimmy Mak eks rekan seangkatan Boaz di PON 2004, ini mengatakan tiga pemain tersebut akan membela klub kasta kedua Liga Futebol Amadora, Cacusan Clube Do Futebol. Kabiay dkk. sudah berangkat ke Timor Leste pada Rabu (24/2/2016). Total ada Tibo dan Patrick di Karkute FC, Boaz, Octo dan Imanuel di Carsae FC. Terakhir Marco Kabiay, Mozes Banggo dan Elvis Harewang, total ada sebanyak delapan anak-anak Papua meramaikan Liga Timor Leste.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mengapa  Boaz T Solossa dan kawan-kawan, ke  Liga  Timor Leste?