Harga Turun, Konsumen Pilih Ayam Potong Lokal

share on:
Monalisa (28), saat membeli ayam lokal di Pasra Youtefa, Jayapura - Jubi/Enrico
Monalisa (28), saat membeli ayam lokal di Pasra Youtefa, Jayapura – Jubi/Enrico

Jayapura, Jubi – Turunnya harga ayam potong lokal membuat masyarakat Kota Jayapura memilih membeli ayam potong lokal daripada ayam beku. Walau harganya lebih mahal dari ayam beku, konsumen memilih ayam potong lokal karena dagingnya lebih segar.

Seorang penjual ayam potong lokal, Enny (33), menjelaskan ayam lokal dagingnya segar karena baru dipotong saat mau dijual. Dari Arso atau Koya, ayam dibawa dalam keadaan hidup. Sampai di rumah pedagang baru ayam dipotong lalu dibawa ke tempat jualan.

“Sekarang harga berkisar Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu,” katanya kepada Jubi, di Pasar Induk Youtefa, Jayapura, Sabtu (27/2/2016).

Saat pasar sedang ramai, ia mengaku bisa menjual sekitar 200-300 ekor ayam. Jika pasar agak sepi, ia masih tetap bisa menjual sekitar 100-150 ekor ayam. Pada saat hari raya, penjualannya melonjak bisa lebih dari 1000 ekor ayam dalam sehari.

“Pembeli agak sedikit berkurang kalau akhir-akhir bulan. Tapi kalau sudah awal bulan mulai naik lagi,” kata Enny.

Seorang penjual ayam beku yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan sejak awal tahun penjualan ayam beku menurun hingga 50 persen. Walau pun harga ayam beku juga turun, namun tidak bisa mendongkrak penjualan ayam beku. Pedagang berharap harga ayam beku terus turun agar pembeli banyak lagi seperti tahun lalu.

“Harga sekarang turun dari Rp 37 ribu jadi Rp 34 ribu per ekor. Mudah-mudahan harga turun terus,” katanya.

Seorang pembeli ayam, Monalisa (28), warga Abepura, Jayapura, mengatakan ia lebih memilih ayam potong lokal karena lebih segar. Walaupun harganya sedikit lebih mahal, ia yakin kualitas ayam potong lokal lebih bagus daripada ayam beku. (Enrico Karubuy)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Harga Turun, Konsumen Pilih Ayam Potong Lokal