Pelindo Dorong Jayapura Jadi Pelabuhan Ekspor-Impor

share on:
pelabuhan Jayapura-Jubi/Sindung
pelabuhan Jayapura-Jubi/Sindung

Jayapura, Jubi – General Manager Pelindo IV Cabang Jayapura, Jusuf Junus, berharap dukungan Pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan pelayanan direct call dari Pelabuhan Jayapura ke dunia internasional.

“Sudah ada barang kualitas ekspor dari Papua, tetapi dia harus putar dulu ke Surabaya baru ke Makasar. Bila direct call akan menghemat biaya dari $ 1600 menjadi $ 700 – $ 800 dan banyak multi player effect, salah satunya nilai tambah untuk pemerintah daerah, seperti pajak hasil bumi, bea cukai, dan investasi lanjutan untuk peningkatan kualitas ekspor,” kata Jusuf Junus, kepada Jubi, Jumat (27/2/2016) pekan lalu.

Junus, ditunjuk Dirut Pelindo IV menjadi koordinator inventarisisasi komiditi unggulan Papua, dari sorong hingga Jayapura, demi perwujudan pelayanan direct call.

“Kakao, kopi, dan rumput Laut adalah produk unggulan Papua saat ini. Mungkin serbuk gergaji bisa menyusul. Ini akan bisa terwujud jika ada dukungan pemerintah,” katanya.

Keuntungan bagi Pelindo IV khususnya Pelabuhan Jayapura adalah arus barang di Pelabuhan Jayapura akan bertumbuh.
“Pelindo telah menyiapkan dana bagi Papua sebesar Rp 500 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Papua, meliput Sorong, Jayapura, Biak, dan Merauke,” katanya.

Dikutip dari Antara, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV secara resmi membuka jalur pelayaran langsung Internasional dari Makassar ke Hong Kong dan Makassar ke Dili, Timor Leste.

“Direct Call Makassar-Hongkong dan Makassar-Dili resmi kita lakukan hari ini. Sebenarnya, jika kita belajar sejarah, Pelabuhan Makassar ini sudah pernah menjadi pusat perniagaan di abad ke-16 dan ini adalah masanya untuk kembali berjaya,” kata Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung, di Makassar.

Dia mengatakan, Direct Call yang dicanangkan hari ini adalah pelayaran peti kemas internasional perdana dan langsung ke negara tujuan tanpa harus singgah dulu di pelabuhan lainnya di Indonesia.

Pada tahap pertama ini mulai menyasar mancanegara seperti Hongkong dan Dili Timor Leste. PT Pelindo menggandeng perusahaan Peti Kemas Hongkong, SITC Countainers Lines Co.Ltd.

PT Pelindo IV akan membangun koneksi seluruh pelabuhan se-Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk memperpendek jarak dan memangkas biaya kargo. Sebelumnya, direct call dibuka di Makassar ke beberapa negara Asia seperti Malaysia, Filipina, dan Hongkong Desember lalu. Sementara, jalur tambahan ke Jepang dan Korea Selatan baru dibuka Januari 2016.

Dirut PT Pelindo IV Makassar, Doso Agung, menjelaskan, sebelumnya adanya direct call, seluruh kargo ekspor harus melalui Surabaya dan Jakarta. Biayanya pun terbilang mahal. Sehingga dengan adanya direct call melalui Makassar akan menghemat biaya minimal 40 persen dan waktu pengiriman hingga 50 persen.  (Sindung Sukoco)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pelindo Dorong Jayapura Jadi Pelabuhan Ekspor-Impor