Pemain Papua Lebih Tertarik Sepakbola Timor Leste

share on:
Imanuel Wanggai, kini perkuat Carsae FC bersama Boaz dan Octo di Klub Timor Leste – Jubi/Doc
Imanuel Wanggai, kini perkuat Carsae FC bersama Boaz dan Octo di Klub Timor Leste – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Pasca terhentinya kompetisi di Indonesia akibat perseteruan PSSI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, sejumlah pemain Papua ramai-ramai bereksodus ke Liga Timor Leste.

Mantan pemain Persipura, Nico Dimo menilai, ini seolah mengindikasikan jika sepakbola negara yang pernah jadi salah satu provinsi di Indonesia itu lebih diminati para ‘Mutiara Hitam’ dari Timur.

“Hengkangnya sejumlah pemain Papua ke klub-klub di Liga Timor Leste mengindikasikan kalau anak-anak Papua tertarik dengan kompetisi di sana. Tapi ini menjadi pertanyaan, apakah sepakbola dalam negeri kita memang sudah tak menarik untuk anak-anak Papua?” kata Dimo kepada Jubi, Senin (29/2/2016).

Tak hanya faktor ingin mencicipi kompetisi di Timor Leste dan bisa tetap eksis sebagai seorang pemian bola, faktor lain yang mungkin menyebabkan anak-anak Papua menambatkan hati ke sepakbola negara tetangga itu lantaran finansial yang menjanjikan.

“Gambaran ini tentu bukan tanpa alasan, tapi karena talenta dan ciri khas anak Papua yang membuat klub dari Timor Leste merekrut mereka meski harus merogoh kocek tak sidikit,” ucapnya.

Meski beberapa pemain Papua yang direkrut klub di Timor Leste dari latar klub berbeda, namun gaya dan karakter Papua yang kental dalam ciri khas permainan Boaz Solossa, Imanuel Wanggai, Tibo, Octo Maniani dan Patrick Wanggai serta eks pentolan Persiram Marco Kabiay dan kawan-kawan menjadi daya tarik publik sepakbola di Timor Leste.

“Nama besar Persipura sudah membawa nama baik bangsa Indonesia. Ini menjadi daya tarik klub-klub Timor Laste memanfaatkan celah ketika tahu sepakbola Indonesia sedang mati suri pasca pembekuan PSSI oleh Menpora,” katanya.

Di Timor Leste, para anak Papua yang mengadu nasib di sana juga mendapat fasilitas tambahan di luar nilai kontrak. Misalnya kendaraan dan rumah. Klub-klub Timor Leste tahu betul bagaimana mendatangkan pemasukan lewat penonton dan menarik sponsor dengan mengontrak pemain Papua yang sudah punya nama besar.

“Boaz Solossa, Manu Wanggai, Titus Bonay, Patrick Wanggai, Okto Maniani dan beberapa pemain Papua lainnya sudah tak asing lagi bagi klub di negara-negara tetangga,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, manajemen Persipura menyatakan tak akan ambil bagian dalam Turnamen Gubernur Kaltim. Belum adanya sponsor saat itu menjadi penyebab. Pemain pun diliburkan dan diberi kebebasan memilih klub sementara waktu.

Sejumlah pungga Persipura akhirnya menyeberang ke berbagai tim di dalam dan di luar negeri. Imanuel Wanggai dan Boaz Solossa memilih ke klub di Timor Leste. Riky Kayame ke Persib Bandung. Bio Paulin berlabuh di PS Polri dan Richardo Salampessy ke Pusam Borneo FC.

Namun hal itu disayangkan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda. Katanya sebagai orang Papua yang mendukung Persipura, ia merasa khawatir dengan kondisi Persipura kini.

“Harusnya manajemen tak terburu-buru membubarkan pemain. Kalau memang faktor sponsor, dibicarakan dengan rakyat Papua, kami DPR Papua dan pihak terkait lainnya agar bersama-sama mencari solusi,” kata Wonda pekan lalu.

Menurutnya, proses pembinaan pemain Persipura berbeda dengan klub lain di Indonesia. Jika sudah seperti ini, tentu akan sulit mengembalikan pemain yang sudah dikontrak klub lain. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemain Papua Lebih Tertarik Sepakbola Timor Leste