Penertiban Tak Pengaruhi Nilai Dana Hibah Keagamaan

share on:
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Papua, Naftali Yogi - Jubi/Alex
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Papua, Naftali Yogi – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Meskipun penertiban terhadap lembaga keagamaan telah dilakukan pemerintah provinsi Papua, namun hal tersebut tidak mempengaruhi nilai alokasi dana hibah untuk 2016, dimana jumlahnya masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Setda Provinsi Papua, Naftali Yogi, di Jayapura, Minggu (28/2/2016), mengatakan jumlah dana keagamaan tahun ini sebesar Rp 21 milliar untuk 51 lembaga keagamaan.

“Penyalurannya sedang diurus tinggal menunggu SK Gubernur bagi lembaga yang akan menerima dana hibah itu. Sebab SK ini kan berlaku hanya satu tahun,” katanya.

Sebanyak 51 lembaga keagamaan yang akan menerima dana hibah, tidak hanya gereja tetapi masjid, juga Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), yang merupakan organisasi di bawah gereja.

Sekitar 40 lembaga keagamaan yang sebelumnya menjadi penerima dana hibah dari anggaran Otonomi Khusus (Otsus), terpaksa ditertibkan karena sebagian besar tak berkedudukan di Papua dan belum memiliki kantor serta penyebaran umat yang terbatas pada satu daerah.

“Mereka harus berkedudukan di Papua, bukan diluar daerah, memiliki kantor pusat di luar Papua tapi membuka cabang di Papua. Bantuan ini harus dihitung dulu, kekuatan jemaatnya berapa banyak, akan berpengaruh pada nilai bantuan,” kata Naftali.

Dari 40 lembaga keagamaan yang ditertibkan sebagian besar adalah gereja.

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe, minta Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Papua agar melakukan evaluasi terhadap lembaga keagamaan yang menerima dan hibah dari pemerintah provinsi karena jumlahnya semakin banyak.  (Alexander Loen)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penertiban Tak Pengaruhi Nilai Dana Hibah Keagamaan