Hasil Dari Numbay Reggae Festival Harus Lahirkan ‘BB’ Muda

share on:
Edmar Ukago (kanan), Amry Kahar, saxafonis Black Brothers (tengah) dan Wem Meosido - Jubi/Abeth
Edmar Ukago (kanan), Amry Kahar, saxafonis Black Brothers (tengah) dan Wem Meosido – Jubi/Abeth

Jayapura, Jubi – Pesta Numbay Reggae Festival 2016 bagi para Reggae Mania di ibukota provinsi Papua digelar malam Minggu atau Sabtu, (27/02/2016) di taman Imbi, Kota Jayapura. Kegiatan itu digelar dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke 106 Kota Jayapura oleh Pemkot setempat.

Menurut Wakil Ketua Panitia, Frans Pekey, ada sekitar 18 group band mendaftar untuk mengikuti festival tersebut. Mereka bukan cuma memperebutkan uang pembinaan, piala dan piagam penghargaan, namun lebih dari itu, band yang juara akan mendampingi Black Brothers pada malam puncak HUT Kota Jayapura.

“Puncaknya tanggal 07 Maret 2016 akan hadir group legendaris Musik Pop Papua, Black Brothers (BB). Semua mata dan telinga kembali akan tertuju ke Imbi lagi dan suasana pasti bertambah semarak, panas dan tentunya spektakuler akan gemerlapnya pentas musik nanti,” kata Frans Pekei.

Kata Pekei, dalam malam hiburan ini tentunya semua mata dan telinga telah memandang dan mendengar ekspresi, lirik, dinamika, power, penguasaan panggung dan disertai dengan iringan musik yang dikemas apik berdasarkan aliran musik etnik Papua oleh para musisi Reggae di tanah ini.

Walau demikian, salah satu seniman Papua di Nabire, Edmar Ukago berpendapat lain. Ia mengatakan, sampai berakhirnya gemerlap pesta musik ini akan kemanakah bakat para musisi Papua disalurkan?

“Beberapa tahun silam, dalam situasi dan kondisi yang serba pas-pasan saja, dari tanah ini telah melahirkan group musik yang telah berkibar di republik ini, bahkan manca negara, yakni Black Brothers, disusul Black Sweet, Coconut, Black Papas, Rio Grime, Abresso dan lain-lain,” tutur Edmar Ukago di Imbi sambil nonton penampilan Buselek Band.

Kini, menurut Ukago yang juga pencipta lagu Halleluya Wae, tanah Papua juga telah melahirkan banyak musisi berbakat dari berbagai aliran. Tentunya karena ditunjang dengan fasilitas yang sangat mendukung yang mudah didapat di mana saja.Dari segi finansial juga mudah, apalagi era Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Ya, dengan melihat kenyataan di atas ini, sebenarnya kami dari daerah juga tra mau ketinggalan untuk bergabung. Tetapi, kalau menang jaminannya hanya sebatas piala, uang pembinaan, sertifikat saja, maka cape dech,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Jayapura, mesti menjadi sponsor bagi tim yang akan juara agar tidak hanya sebatas seremonial saja.

“Catatan kami kalau boleh Pak Wali Kota harus menjadi sponsor salah satu Group Terbaik dalam festival ini, yang juara untuk kontrak rekaman. Pak Wali Kota akan dikenang seperti pak Andy Ayamiseba di Black Brothers,” terangnya.

Lanjutnya, pak Wali Kota sudah sukses membawa tim sepakbola terkenal dari Papua untuk Indonesia dalam ajang ISL maupun AFC selama menjadi ketua panitia pelaksana maupun setelah menjadi ketua umum Persipura.

“Pak Wali Kota juga akan dikenang oleh para penikmat musik di negeri ini, kalau bisa mengorbitkan salah satu group band terbaik dari ajang ini untuk masuk di dapur rekaman,” kata Ukago.

“Sudah saatnya untuk mengorbitkan ‘group Musik baru’ alias Black Brothers muda dari negeri Cenderawasih. Karena, saat ini tidak susah untuk mengorbitkan group musik baru pengganti Black Brothers. Pak Wali Kota, kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi?” tanyanya.

Ia menegaskan, di zaman yang serbabisa ini, seniman harus bangkit. Harus ada kenangan dalam melakukan perekaman music agar kelak bisa dikenang oleh orang-orang.

“Semoga saja di era Otsus ini nasib seniman jangan mati segan hidup tak mau. Tetapi harus bisa berubah karena seni bukan segalanya, tapi tanpa seni segalanya tak berarti,” ujarntya.

Dalam Festival ini, akhirnya dinyatakan 5 group yang terbaik, yakni Dave Solution Band, Buselek Band, Relisa Band, D’Jamur Band dan Yaromba Band. (Abeth You)  

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Hasil Dari Numbay Reggae Festival Harus Lahirkan ‘BB’ Muda