Masalah Yanmas, DPRP Pertimbangkan Bentuk Tim

share on:
Mahasiswa Akes Yamas Papua hancurkan pos security karena kecewa dengan pimpinan kampus, senin (29/02) – Jubi/AbethMahasiswa Akes Yamas Papua hancurkan pos security karena kecewa dengan pimpinan kampus, senin (29/02) – Jubi/Abeth
Mahasiswa Akes Yamas Papua hancurkan pos security karena kecewa dengan pimpinan kampus, senin (29/02) – Jubi/AbethMahasiswa Akes Yamas Papua hancurkan pos security karena kecewa dengan pimpinan kampus, senin (29/02) – Jubi/Abeth

Jayapura, Jubi – DPR Papua mempertimbangkan membentuk tim untuk menginvestigasi berbagai perguruan tinggi dan sekolah-sekolah swasta di Papua. Hal itu dianggap perlu pacsa adanya masalah yang belakangan ini dialami para mahasiswa alumni Akademi Keperawatan (Akper) Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (Yanmas) Jayapura yang ijazahnya tak diakui sehingga sulit melamar pekerjaan terutama di instansi pemerintah.

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua bidang pendidikan, Nioulen Kotouki mengatakan, DPR Papua tak akan tinggal diam dalam masalah Yanmas. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan dan alat kelengkapan DPR Papua, terutama Badan Musyawarah (Bamus).

“Kalau bisa kami bentuk tim dari DPR Papua. Apakah Panitia Khusus (Pansus) atau Panitia Kerja (Panja) untuk membenahi sekolah dan perguruan tinggi di Papua. Tak hanya Yanmas, perguruan tinggi swasta lain perlu dicek apakah sudah terdaftar di Dikti dan lembaga perguruan tinggi lainnya secara nasional. Apakah sudah memenuhi syarat atau tidak,” kata Nioulen, Selasa (1/3/2016).

Ketika dalam berbagi rapat Bamus DPR Papua kedepan, pihaknya akan memberikan berbagai masukan dan meminta pertimbangan semua anggota dewan lainnya.

“Masalahnya sudah jelas. Kalau Bamus meminta kami Komisi yang tangani, kami akan tangani. Ini masalah serius makanya kami tak mau main-main. Masalah Yanmas ini sudah rumit. Ini sudah mengorbankan sekian ribu mahasiswa,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua dan dinas terkait tak tinggal diam. Menyelesaikan masalah di Akper Yanmas adalah tanggungjawab besar dan pemerintah harus turun tangan. “Mahasiswa ini sudah dikorbankan. Ini sama saja melakukan pembunuhan karakter putra putri Papua,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Akper Yanmas Jayapura, Wempi Aronggear mengatakan, pihaknya sedang mengurus akreditasi kampus Akper Yanmas dengan standar C. Namun pada 31 Agustus 2012.

“Sebenarnya banyak alumni kami yang telah mendapatkan pekerjaan. Kemungkinan mereka masih menganggur karena minimnya jumlah lapangan pekerjaan,” kata Wempi kala itu.

Tetapi Koordinator Mahasiswa dan Alumni Akper Yanmas Jayapura, Agus Heselo mengatakan ribuan alumni sekolah tersebut yang telah bekerja sebagai tenaga honorer, namun kesulitan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena ijazah mereka dinilai Palsu.

“Ijazah kami tidak memiliki nomor dan dinilai palsu oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Itu sebabnya kami minta direktur Yanmas bertanggungjawab,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Senin (29/2/2016), ratusan mahasiswa Akes Yamas Papua itu unjuk rasa ke kantor Gubernur Provinsi Papua di Dok II Jayapura.

Sebelum melakukan aksinya, mereka meluapkan emosi dengan membongkar pos security yang ada di depan kampus tersebut.

“Kami emosi sekali. Aronggear tidak bertanggungjawab. Bagaimana nasib kami ini?” kata koordinator aksi Yoel Pigome sambil menghancurkan pos security itu, Senin (29/02/2015). (Arjuna Pademme)

caption :

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masalah Yanmas, DPRP Pertimbangkan Bentuk Tim