WWF Survei Dua Spesies Cenderawasih yang Diperdagangkan

share on:
Burung cncerawasih, hewan langka endimik Papua, ternyata banyak dijual secara ilegal - pernikdunia.com
Burung cncerawasih, hewan langka endimik Papua, ternyata banyak dijual secara ilegal – pernikdunia.com

Jayapura, Jubi – World Wide Foundation, organisasi yang bergerak di bidang lingkungan dan restorasi, dari hasil survei WWF Indonesia di Merauke, Papua, tercatat dua jenis cenderawasih yang diperdagangkan di daerah itu.

“Dua jenis Cenderawasih yang diperdagangkan yaitu Cenderawasih Besar (Paradisae apoda) dan Cenderawasih Kecil (Paradisae monir),” kata Communication, Campaign, and Outreach Coordinator WWF Indonesia Papua Program, Andhiani M. Kumalasari, di Jayapura, Senin (29/2/2016).

Perdagangan burung Cenderawasih Kecil di Kabupaten Merauke khususnya di kampung harganya mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per ekor.

Di pasar kokal, harga burung Cenderawasih Kecil Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per ekor, begitu pula harga yang sama dibandrol untuk Cenderawasih Besar.

Di Kabupaten Mappi, khusus di wilayah kampung harga burung Cenderawasih Kecil dibandrol Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per ekor. Di pasar lokal Rp 250 ribu hingga Rp 350 per ekor. Burung Cenderawasih Raja (Cicinnurus regius) Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per ekor.

Pada dasarnya seluruh habitat dan populasi satwa liar termasuk jenis Cenderawasih telah diatur Peraturan Pemerintah melalui PP No.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya.

Walaupun ancaman dan tuntutan terhadap pelanggaran ini mencakup kurungan maksimal lima tahun dan denda senilai Rp 100 juta, kenyataan selama ini, perdagangan ilegal terus terjadi hampir di seluruh Papua.

Hal tersebut dapat terjadi karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum bagi para pelanggar. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WWF Survei Dua Spesies Cenderawasih yang Diperdagangkan