Deponering AS dan BW Timbulkan Kecemburuan

share on:
Kejakguang akhirnya mengeluarkan deponering untuk Abraham Samad dan Bambang Widjojanto - bentuanhukum.or.id
Kejakguang akhirnya mengeluarkan deponering untuk Abraham Samad dan Bambang Widjojanto – bentuanhukum.or.id

Jakarta, Jubi – Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, mengatakan kebijakan Jaksa Agung, M. Prasetyo, mengesampingkan perkara atau deponering terhadap dua mantan pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, dapat menimbulkan kecemburuan keadilan.

“Meskipun itu (pemberi deponering) adalah hak Jaksa Agung namun tetap saja akan menimbulkan kecemburuan keadilan,” katanya, di Jakarta, Jumat (4/2/2016).

Dia mengatakan pemberian deponering itu menandakan seolah-olah di Indonesia ada warga kelas satu, tidak boleh dihukum, meskipun prosesnya sudah dilimpahkan ke pengadilan.

Kebijakan itu membuat kepastian dan keadilan hukum ‘dirobek-robek’ oleh Kejaksaan.

“Kepastian dan keadilan hukum dirobek-robek oleh ‘pedang’ adhiyaksa,” katanya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Risa Mariska, mengaku prihatin dengan pemberian deponering tersebut oleh Kejaksaan Agung. Kebijakan itu menjadi pembelajaran yang tidak baik bagi proses penegakan hukum di Indonesia.

Diambilnya keputusan deponering itu telah memperlihatkan bahwa HM Prasetyo tidak memiliki keberanian untuk menghadapi kasus yang sedang dijalaninya yang kemudian menggunakan kewenangan Kejaksaan Agung untuk minta keputusan deponering.

Padahal, fakta hukum terjadinya suatu tindak pidana itu memang benar telah terjadi.

Sebelumnya, Jaksa Agung, HM Prasetyo, mengambil keputusan mengesampingkan dua perkara yang melibatkan dua mantan Ketua dan Wakil Ketua Komisi KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Jaksa Agung menilai atas fakta dan pemikirannya menggunakan hak prerogatif diberikan undang-undang oleh Undang-Undang Pasal 35 huruf c Tentang Kejaksaan RI untuk mengambil keputusan mengesampingkan perkara atas nama AS dan BW.

Prasetyo mengatakan mengkesampingkan kasus (deponering) dilakukan semata-mata demi kepentingan umum. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Deponering AS dan BW Timbulkan Kecemburuan