PM PNG Bersumpah akan Mengundurkan Diri Jika Terbukti Korupsi

share on:
Perdana Menteri PNG, Peter O'Neill yang menjabat Ketua PIF - Jubi/Victor Mambor
Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill yang menjabat Ketua PIF – Jubi/Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Peter O’Neill menyatakan ia akan segera mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Papua Nugini jika terbukti dia melakukan korupsi meskipun hanya satu Kina.

Pengawas anti-korupsi Papua New Guinea telah mengeluarkan surat perintah penangkapan O’Neill pada Juni 2014.

Surat perintah yang dianggap “luar biasa” ini dikeluarkan berkaitan dengan tuduhan resmi bahwa O’Neill secara pribadi melakukan pembayaran ilegal sekitar US$ 30 juta pada firma hukum pengacara Paul Paraka.

O’Neill mengatakan bahwa proses hukum akan membuktikan tuduhan ini.

“Tunjukkan di mana saya menerima satu Toea (PNG koin) atau satu Kina dan saya akan mengundurkan diri besok,” katanya kepada National Press Club di Canberra, Kamis pekan lalu, dikutip oleh Radio New Zealand, Minggu (6/3/2016).

Dia bersikeras pengacara yang bersangkutan dipekerjakan oleh pemerintah sebelumnya.

Pada tahun 2014, O’Neill menanggapi surat perintah penangkapannya itu dengan pemecatan komisaris polisi PNG, memberhentikan jaksa agung dan menangguhkan jabatan sejumlah pejabat departemen kehakiman dan polisi lainnya.

Dia juga membubarkan pengawas anti-korupsi di negara itu, Task Force Sweep.

Ditanya tentang korupsi yang sangat luas di PNG dan isu jika warga kaya di PNG menggunakan Australia sebagai tujuan investasi seperti Kepulauan Cayman, O’Neill mengatakan tidak ada bukti kesalahan apapun.

Parlemen PNG akan memperdebatkan undang-undang untuk mendirikan badan anti-korupsi baru selama masa sidang pada bulan Maret ini. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PM PNG Bersumpah akan Mengundurkan Diri Jika Terbukti Korupsi