Australia akan Buka Konsulat di Lae, PNG

share on:
Kota Lae di Papua Nugini - Jubi/Victor Mambor
Kota Lae di Papua Nugini – Jubi/Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Papua Nugini (PNG) telah menerima permintaan dari pemerintah Australia untuk membuka konsulat di Lae, kota terbesar kedua di PNG.

Ini adalah salah satu hasil pertemuan minggu lalu antara Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan Peter O’Neill di Canberra.

O’Neill mengatakan Lae adalah pusat manufaktur bangsanya, dan gerbang ke dataran tinggi dan daerah lainnya di utara.
Dengan demikian, kata dia, ada potensi besar untuk meningkatkan investasi bisnis Australia, dan untuk meningkatkan ekspor produk pertanian PNG yang diproduksi di daerah. Pembukaan konsulat Lae akan membantu memfasilitasi ini.

“Selain itu, daripada harus mengurus visa di Port Moresby, para pebisnis bisa mengurus visa mereka di Lae,” kata O’Neill, dikutip Post Courier, Senin (7/3/2016).

Di antara berbagai isu yang dibahas dua perdana menteri ini, isu paling kontroversial adalah soal Pusat Penahanan di Pulau Manus .

Kedua pemimpin membahas kemajuan dalam memproses klaim pencari suaka dan program pemukiman kembali para pengungsi, yang lambat dan bermasalah.

O’Neill pekan lalu mengakui bahwa pusat penahanan di Manus telah merusak reputasi PNG, sehingga tak bisa dipertahankan untuk jangka panjang.

Dia mengatakan kepada forum menteri bersama bahwa pemerintah tidak mampu menampung semua pengungsi.

O’Neill mengklaim pemerintahnya telah melayani tujuan untuk menghentikan penyelundupan manusia dan kematian di laut.
Dia mengatakan kepada media Australia bahwa beberapa dari pencari suaka, bukanlah pengungsi dan mereka tidak bersedia untuk kembali ke tanah air mereka. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Australia akan Buka Konsulat di Lae, PNG