Kebutuhan Pangan Penduduk Papua Masih Didatangkan dari Luar

share on:
Kebutuhan bahan pangan Papua masih tergantung pasokan dari luar - konfrontasi.com
Kebutuhan bahan pangan Papua masih tergantung pasokan dari luar – konfrontasi.com

Jayapura, Jubi – Pembangunan tanaman pangan dan hortikultura selama ini berkembang dalam skala terbatas. Hal ini terlihat sampai saat ini kebutuhan pangan penduduk Papua sebagian masih didatangkan dari luar, kecuali ubi jalar.

“Kebutuhan pangan Papua masih didatangkan dari luar. Ini karena skala yang ada saat ini terbatas,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Jayapura, Senin (7/3/2016).

Tingkat kesejahteraan petani juga masih rendah.

“Angka Nilai Tukar Petani menunjukkan perbaikan terutama pada komoditas hortikultura yang mencapai lebih 100 sedangkan NTP komoditas pangan lainnya dibawah 100,” ucapnya.

Industri hilir dan pasar produk tanaman pangan dan hortikultura masih terbatas. Menurut Enembe, hal mendasar aspek ini adalah daya saing produk lokal Papua, distribusi produk lokal antar wilayah yang biayanya tinggi, serta masih ada kabupaten yang belum mempunyai komoditas unggulan dan kawasan sentra berskala agribisnis.

“Sumber daya manusia baik petani maupun petugas yang berkualitas hanya terkonsentrasi pada daerah tertentu terutama di kabupaten induk, sementara kabupaten pemekaran masih jauh dari standar,” katanya.

Enembe mengaku ingin memperbaiki kondisi ekonomi Provinsi Papua.

“Khusus di subsektor tanaman pangan dan hortikultura, saya inginkan komitmen dan kerja keras semua, baik di provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.

Papua miliki potensi luar biasa terutama sumber daya alam tetapi juga segudang persoalan, diantaranya bidang ekonomi, sosial, budaya, infrastruktur, politik, keamanan, dan ketimpangan antar wilayah.

“Persoalan di bidang ekonomi yang dominan adalah tingkat kesejahteraan penduduk asli Papua yang relatif rendah, ketergantungan kebutuhan penduduk pada daerah lain, produksi dan produktivitas bidang ekonmi yang terbatas, hilirisasi produk lokal Papua yang belum berkembang dan masih banyak,” katanya.

Sebelumnya, Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Papua, Elia Loupatty, mengatakan untuk mendorong ketahanan pangan di Bumi Cenderawasih, pemerintah provinsi memprioritaskan program strategis pemberdayaan ekonomi dan kelembagaan kampung (Prospek).

“Program ini dilakukan di lima wilayah adat yakni, Mamta, Saereri, Animha, Meepago, dan Lapago dengan pola tanam, petik, dan jual,” kata Elia. (Alexander Loen)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kebutuhan Pangan Penduduk Papua Masih Didatangkan dari Luar