Di Pantai Anasai, Abrasi Mencapai 2 Kilometer

share on:
Beton pemecah ombak sudah hancur lebur. Kini, abrasi terus berjalan menuju pemukiman - Mongabay/Agapitus Batbual
Beton pemecah ombak sudah hancur lebur. Kini, abrasi terus berjalan menuju pemukiman – Mongabay/Agapitus Batbual

Merauke, Jubi- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke menyoroti abrasi pantai yang sudah sangat memprihatinkan di lokasi Anasai, Kampung Matara, Distrik Semangga. Abrasi pantai tersebut mencapai kurang lebih 2 kilometer.

“Saya turun langsung melakukan pemantauan di lokasi dan memang kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, badan jalan yang telah diaspal-pun, nyaris putus akibat pengikisan saat gelombang laut naik,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa kepada Jubi Senin (7/3/2016).

Dijelaskan, masyarakat di Kampung Matara dan sekitarnya, sudah mengeluh akibat abrasi yang hampir terjadi setiap hari.
“Ini persoalan serius dan harus cepat diambil langkah oleh beberapa instansi terkait di lingkungan pemerintah setempat,” ujarnya.

Penyebab abrasi, kata Sirfefa, akibat penggalian pasir secara liar yang terus dilakukan dari waktu ke waktu.
“Kita juga serba salah menegur, karena masyarakat sendiri mengaku itu adalah sumber pendapatan untuk mendapatkan uang sekaligus menafkahi keluarga,” tuturnya.

Penggalian pasir laut di Pantai Anasai memang sangat tinggi. Situs berita lingkungan Mongabay menuliskan harga pasir per sekali angkut, Rp100.000.

Christian Ari Gebze, Direktur Perkumpulan Silva Papua Lestari, yang diwawancarai situs Mongabay, menyebutkan abrasi di pantai ini disebabkan oleh topografi dataran Merauke yang berupa pasir dan bertanah lembut. Selain itu, abrasi juga terjadi karena sirkulasi air laut tak searah selain penggalian pasir. Ia menduga pemerintah daerah tidak mampu mengatur penggalian pasir.

“Kalau ditegakkan, pengusaha dan pemda juga mengambil pasir,” katanya.

Salah satu solusi yang perlu diantisipasi dengan cepat, kata Fransiskus Sirfefa adalah membangun talud atau penahan gelombang. Disamping itu, kegiatan penanaman pohon mangrove harus dilakukan.

“Jadi memang ini menjadi tugas dan tanggungjawab dewan bersama instansi terkait agar mendorong dibangun talud,” katanya. (Frans L. Kobun)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Pantai Anasai, Abrasi Mencapai 2 Kilometer