Lima Warga Iran, Afghanistan Tenggelam Saat Berupaya Capai Yunani

share on:
Para pengungsi dari Asia yang ingin memasuki Eropa - Getty Images
Para pengungsi dari Asia yang ingin memasuki Eropa – Getty Images

Istanbul, Jubi – Lima pendatang, termasuk seorang bayi, yang berharap mencapai Eropa melalui Yunani, tenggelam akibat perahu mereka karam di lepas pantai Turki, kata laporan kantor berita Dogan, Kamis (10/3/2016).

Pasukan Keamanan Pantai Turki menyelamatkan sembilan orang setelah mereka berteriak minta tolong pada Rabu dan mendapati lima jenazah, kata laporan tersebut.

Sekelompok orang terdiri atas warga Afghanistan dan Iran itu berusaha mencapai pulau Lesbos di Laut Aegea, Yunani.

Uni Eropa menawarkan bantuan miliaran Euro kepada Turki untuk membantu menekan pendatang gelap. Berdasarkan atas rancangan kesepakatan pada Senin, Turki menyetujui menerima kembali semua pendatang gelap sebagai upaya mendapatkan imbalan dana, mempercepat bebas visa bagi warga Turki, dan mempercepat perundingan keanggotaan Turki dalam Uni Eropa, yang lama terhenti.

Namun, pendatang terus berupaya menyeberang dari Pantai Turki dalam beberapa hari ini.

Lebih dari 130 ribu orang tahun ini telah mencapai Eropa dari Turki, yang berbatasan dengan Iran dan wilayah-wilayah konflik di Suriah dan Irak, sedangkan 350 orang tewas dalam pelayaran berbahaya itu, kata data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Lebih dari 35 ribu orang terperangkap di perbatasan Makedonia-Yunani di Idomeni karena Eropa mencoba menutup rute Balkan bagi orang asing yang melarikan diri dari kekerasan dan pergolakan ekonomi.

Sebelumnya, 18 pengungsi, yang berupaya menuju Yunani, tenggelam setelah kapal yang mereka tumpangi karam di sebuah pantai di Turki, Minggu, kata kantor berita pemerintah Turki, Anatolia.

Penjaga pantai Turki, yang menggunakan kapal cepat dan helikopter, menyelamatkan 15 orang dan mendapati 18 jenasah di Laut Aegean dekat Kota Didim.

Upaya penyelamatan dilanjutkan untuk mencari korban-korban lain yang kewarganegaraannya masih disembunyikan.

Uni Eropa telah menawarkan Turki bantuan sebesar 3 miliar euro untuk menghentikan para migran melakukan perjalanan yang berbahaya. Krisis migrasi ini telah membuat para politisi utama Uni Eropa terbelah dan mengancam kebijakan perbatasan-terbuka blok tersebut.

Kelompok pemerhati hak asasi manusia, Amnesty International menilai kesepakatan ini merupakan “pukulan kematian bagi hak asasi pencari suaka”.

Lembaga amal, Dokter Lintas Batas menilai bahwa kesepakatan itu tidak manusiawi.

Meski demikian, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu berdalih bahwa kesepakatan awal ini tidak akan melarang pengungsi Suriah untuk mencari perlindungan di Eropa. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lima Warga Iran, Afghanistan Tenggelam Saat Berupaya Capai Yunani