Andalkan Tuhan Dalam Segala Hal, Merlin Payokwa Lulus Cumlaude

share on:
Merlin Payokwa, mahasiswi USTJ yang dinyatakan cumlaude, Kamis (10/03) - Jubi/Abeth You
Merlin Payokwa, mahasiswi USTJ yang dinyatakan cumlaude, Kamis (10/03) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Lulus dengan predikat dengan kehormatan atau cumlaude menjadi impian tersendiri bagi tiap mahasiswa. Namun, untuk mencapai itu tidaklah mudah. Apalagi, bagi mahasiswa yang mengemban pendidikan di kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Papua. Belajar di Fakultas Ekonomi dan Sosial Politik (FESSOSPOL) harus memiliki karakteristik berbeda yang menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk meraih cumlaude.

Namanya Merlin Payokwa, dari Jurusan Ilmu Pemerintahan angkatan 2012 dinyatakan cumlaude dengan Indeks Predikat Komulatif (IPK) 3,83. Nah, untuk mencapai itu apa saja yang dilakukan?

Salah satu modal besar agar predikat cum laude bisa tercapai adalah memiliki ketekunan dan keseriusan selama belajar dengan mengandalkan Tuhan Allah sebagai kekuatan dalam proses belajar di bangku studinya.

Perempuan asal Mamberamo Tengah itu kepada Jubi mengatakan, dirinya punya empat modal yakni kenali pola belajar, pahami karakter dosen, aktif di kelas, pasang target dan lulus tepat waktu dan ikut diskusi dan perbanyak teman.

“Untuk meraih cumlaude, yang pertama sekali itu saya selalu berdoa kepada Tuhan Allah, minta kekuatan, kemampuan dan pertolongan kepadaNya supaya saya bisa belajar dengan baik,” kata perempuan alumni SMA Negeri 1 Jayapura ini, Kamis (10/03).

Dia mengaku, dirinya targetkan untuk mendapatkan cumlaude itu sejak baru masuk di perguruan tinggi itu pada 2012 lalu. “Saya memang sudah target harus selesai dengan cumlaude untuk membahagiakan orangtua dan keluargaku,” jelas alumni SD Negeri Kulitarek Wamena ini.

“Tapi, pikiran dan keinginan untuk menjadi juara satu itu tidak. Untuk membahagian mereka memang dari awal saya sudah targetkan itu. Yang jelas saya selalu mengucap kepada Tuhan, terus saya minta kekuatan dan bimbingan dari Tuhan. Itu saya lakukan untuk menghadapi semua tantangan di dunia kampus ini, seperti kerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya dalam perkuliahan sangat didukung oleh orangtua kandungnya, yakni mamanya dan suaminya. “Saya belum dapat kerja. Dan saya punya anak tiga orang, semua laki-laki,” imbuhnya.

Sebenarnya IPK itu bukanlah suatu yang absolut untuk menentukan apakah seseorang itu pintar atau tidak, tapi paling tidak bisa jadi indikator menilai kemampuan yang diperoleh selama beberapa semester di bangku perkuliahan. Sebagian besar berpikir “masa bodoh” dengan IPK pada hal menurut pribadi Payokwa IPK itu very important. “Dari semenjak saya sekolah, saya selalu berusaha mendapatkan nilai yang tinggi pastinya dengan belajar keras dan bekerja keras. Itu yang jadi tolok ukur buatku untuk selalu melaju lebih baik dan lebih baik lagi tentunya dengan rajin belajar,” tukasnya.

Nelius Wenda, Presiden Mahasiswa USTJ mengapresiasi dengan hasil yang diperoleh Merlin Payokwa itu. Menurutnya, hari ini merupakan hari bersejarah di mana wisuda kali ini yang ke XXIV di kampus USTJ ini salah satu wisudawati adalah cumlaude oleh putri terbaik asli Papua.

“Ini pertama kali yang terjadi di kampus ini. Jadi di sini bahwa kita putra dan putri Papua sangat mampu untuk siap bersaing. Saya juga berharap dan pesan buat saudara dan saudariku yang masih belajar di bangku studi, mari kita bekerja keras untuk jadi yang terbaik lagi untuk anak-anak Papua lebih maju lagi. (Abeth You)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Andalkan Tuhan Dalam Segala Hal, Merlin Payokwa Lulus Cumlaude