Di Pegunungan Bintang, 5 Warga Meninggal Karena Malaria

share on:
Ilustrasi pelayanan medis di Papua - Jubi/doc
Ilustrasi pelayanan medis di Papua – Jubi/doc

Jayapura, Jubi – Sebanyak lima warga orang asli Papua (OAP) di Distrik Bime, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) Papua meninggal dunia akibat terserang penyakit malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang, Jeremias Tapior mengatakan, sebelumnya warga mengeluhkan terserang penyakit disentri, namun setelah diturunkan tim dari Dinkes setempat ternyata malaria.

“Saya tadi baru dilaporkan tim dari Dinas Kesehatan. Ternyata tidak ada wabah disentri di Distrik Bime. Mereka (tim) klarifikasi bahwa informasi terkait wabah disentri itu salah, dan sebenarnya malaria,” kata Jeremias Tapior melalui telepon selular, Selasa (15/3/2016).

Menurut Jermias, timnya yang berada di tempat kejadian melaporkan di Bime tidak ada petugas kesehatan, entah perawat maupun dokter sehingga empat warga tidak tertolong dan meninggal dunia. “Memang benar ada lima warga Distrik Bime yang meninggal tetapi bukan karena disentri, mereka meninggal karena malaria dan lambat tertolong, bukan karena kejadian luar biasa,” tutur Tapior.

Saat ini pihaknya telah menurunkan sedang merawat dua orang warga yang juga terserang malaria di Distrik Dime. “Tim juga sudah memberikan informasi, kalau di Bime kekurangan obat,” terang.

“Saya dengan dokter Aaron Rumainum dari Dinkes Papua sudah bergerak. Kami sudah datang ke gudang farmasi untuk meminta obat untuk dikirim ke Bime sana,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Masalah Kesehatan Dinkes Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum mengatakan ima orang warga meninggal karena lambat tertolong oleh petugas kesehatan.

“Terus terang saja bahwa karena di sana memang tidak ada tenaga kesehatan,” jelas dokter Aaron Rumainum. (Abeth You)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Pegunungan Bintang, 5 Warga Meninggal Karena Malaria