UT Memberikan Pendidikan Tinggi Hingga Pelosok

share on:
Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Jayapura, DR. Sardjiyo saat ditemu Jubi di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2016) - Jubi/Angela
Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Jayapura, DR. Sardjiyo saat ditemu Jubi di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2016) – Jubi/Angela

Jayapura, Jubi – Kendala geografis Papua yang sulit, minimnya infrastruktur jalan, mengakibatkan Papua tertinggal dalam banyak hal termasuk pendidikan. Untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas, sebagian besar lulusan SLTA di seluruh kabupaten/kota di Papua harus ke Kota Jayapura yang memiliki lebih dari 10 perguruan tinggi.

“Universitas Terbuka (UT) menjawab kendala itu. UT memberikan pendidikan tinggi yang berkualitas, terakreditasi, dan kami menjaga kualitas pendidikan kami, sehingga mahasiswa di Jakarta dan di Merauke mendapatkan materi yang sama, bahkan soal yang sama. Sehingga lulusan kami di Jawa maupun di Papua, sama kualitasnya,” ujar Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Jayapura, DR. Sardjiyo, di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2016).

Melalui sistem Jarak Jauh dan terbuka, UT meningkatkan sumberdaya manusia di Papua mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil.
Sistem Jarak Jauh dan terbuka artinya mahasiswa tidak melakukan tatap muka. Mahasiswa belajar secara mandiri, UT menyediakan modul (buku materi pokok) untuk setiap mata pelajaran yang diambil mahasiswa. UT juga menyediakan tutor bagi mahasiswa yang ingin belajar secara kelompok secara tatap muka(TTM).

“Mahasiswa yang belajar di sini harus siap belajar mandiri. Karena prinsipnya, UT mempersiapkan mahasiswa menjadi mandiri dan mendisiplinkan diri untuk belajar yang nanti siap menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin di dunia kerja,” lanjut Sardjiyo.

Saat ini, UT Jayapura memiliki 4000-an mahasiswa yang tersebar di 13 kelompok belajar (Pokjar) seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Wamena, Yahukimo, Merauke, Asmat, Mappi, Boven Digoel, Nabire, Serui, dan Biak.

“Jika ada yang menilai, tidak kuliah kok sarjana? Itu salah. Di UT Mahasiswa sudah menerima materi (dalam bentuk buku) sebelum perkuliahan dimulai. Mahasiswa lalu belajar mandiri, lalu mengikuti tutorial online atau juga TTM,” lanjutnya.

Perguruan Tinggi Negeri ke 45 yang diresmikan pada 1984 itu memiliki kalender akademik yang berjalan baik. Mulai dari registrasi hingga waktu ujian berjalan sesuai dengan jadwal. Sistem sistem penilaian dan pembayaran yang terbuka dan transparan, menjadikan UT sebagai salah satu badan layanan umum (BLU), UT selalu mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian dari BPK.

“Sejak dua tahun terakhir, kami juga menyediakan ujian online. Selesai ujian, mahasiswa langsung dapat melihat nilainya. Jika saat ini banyak prokontra soal ujian online, UT sudah melaksanakannya dan nyaris tanpa kendala,” kata Sardjiyo.

Di Papua, 70 persen mahasiswa UT menempuh pendidikan dasar (pendas) guru, 30 persennya non pendidikan. Ada 4 fakultas di UT, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP).

“Kedepan kami akan meningkatkan jumlah siswa dari non pendas,” ujarnya.

UT juga membuka lima program pascasarjana, Magister Manajemen, Magister Ilmu Administrasi, Magister Ilmu Kelautan, Magister Ilmu Pendidikan Matematika, dan Magister Pendidikan Dasar.

“Program pascasarjana kami berakreditasi B, dan kami selalu berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sehingga lulusan kami tak pernah bermasalah,” pungkasnya.

Di Papua UT sudah mendapatkan pengakuan, buktinya pada tahun ajaran 2015 UT menerima siswa baru sebanyak 1.058 orang.

Lusy, salah satu mahasiswa asal kelompok belajar Nabire, mengaku tak bermasalah dengan sistem belajar di UT.

“Yang penting rutin baca buku, ikut tutorial online di internet, pasti bisa dapat nilai bagus. Tapi kalau tidak pernah baca buku, terus ikut ujian, pasti tidak lulus,” ujar ASN Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire itu.  (Angela Flassy)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  UT Memberikan Pendidikan Tinggi Hingga Pelosok