Yasanto Harap Pemkab Bantu Dana Pendampingan ODHA

share on:
Bangunan Kantor Yasanto Merauke yang melakukan pendampingan terhadap para penderita HIV/AIDS. Jubi/Frans L Kobun
Bangunan Kantor Yasanto Merauke yang melakukan pendampingan terhadap para penderita HIV/AIDS. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Direktur Yayasan Santo Antonius (Yasanto), Leonardus Mahuze mengatakan, kurang lebih 20 tahun, Yasanto telah bekerja untuk melakukan pendampingan terhadap para penderita HIV/AIDS. Sehingga jika digrafikan,  sudah pada tingkat puncak.

Beberapa tahun  dibawah kepemimpinan Romanus Mbaraka sebagai Bupati Merauke, ada perhatian berupa dukungan dana yang diberikan. “Saya melihat tanggungjawab pemerintah sangat baik,” ujar Leonardus saat ditemui Jubi di ruang kerjanya Selasa (15/3/2016).

Pada kepemimpinan Bupati Merauke , Frederikus Gebze saat ini, telah diminta agar pendampingan terhadap para ODHA terus dilakukan, karena pemerintah akan membantu memberikan dukungan dana.  “Memang sudah ada penyampaian dari Bupati Merauke sekarang untuk tetap memberikan perhatian kepada Yasanto,” ujarnya.

Dikatakan, jika tak ada dukungan dana lagi, dipastikan Yasanto tak akan melakukan pendampingan terhadap ODHA lagi. “Ya, mungkin ada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lain bisa melanjutkan program pendampingan terhadap saudara-saudara kita,” katanya.

Pada tahun ini, kurang lebih 43 ODHA didampingi oleh Yasanto. Dari jumlah tersebut, hanya 10 di sanggar. Sedangkan sisa lain berada di rumah masing-masing. Namun pendampingan secara melekat tetap dilakukan terus.

Yasanto menerapkan program pemberdayaan para ODHA dengan tidak tinggal di sanggar. Tetapi di rumah masing-masing agar tidak bergantung terus. “Kita mencoba  untuk bagaimana agar para ODHA dibantu mendapatkan perawatan dan pengobatan secara medis serta perawatan berbasis keluarga,” katanya lagi.

Diakui jika awalnya, keluarga  seperti tidak menerima keberadaan para ODHA. Namun seiring dengan perjalanan waktu, kini sudah hidup dan tinggal secara bersama-sama.

Lebih lanjut dikatakan, setiap hari, petugas Yasanto mendatangi para ODHA ke rumah-rumah untuk bisa mengawasi agar mereka bisa minum obat  ARV secara teratur. Tujuannya agar penderita bisa terus bertahan hidup.  “Itu yang dilakukan petugas sekaligus mengingatkan  agar kontrol rutin di rumah sakit,” ujarnya.

Saat ini, sejumlah penderita telah berkeluarga dan ada yang hamil hingga melahirkan. Anaknya-pun negatif dan tak terjangkit virus HIV/AIDS. Karena pemeriksaan secara rutin dilakukan dan mengkonsumsi obat tiap hari.

Ditambahkan, dari jumlah ODHA tersebut, tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga ada  Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun,  ada yang justru sudah sakit agak parah baru datang dan melakukan konsultasi lagi di Yasanto.

Kepala BPSE Yasanto, Jago Bukit juga mengatakan, pendampingan terhadap para ODHA masih tetap berjalan sampai sekarang. Dan, tidak semua tinggal di sanggar, tetapi sebagian besar di rumah masing-masing. (Frans L Kobun)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Yasanto Harap Pemkab Bantu Dana Pendampingan ODHA