SDM Papua Kurang, Pemerintah Jangan Diam!

share on:
Yanuarius Tatogo - Dok. pribadi
Yanuarius Tatogo – Dok. pribadi

Oleh : Yanuarius Tatogo

SUMBER Daya Manusia atau man power merupakan salah satu unsur masukan (input) yang bersama unsur lainnya seperti modal (manusia Papua), bahan, tenaga dan metode atau teknologi (method or technology) diubah menjadi proses manajemen menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa dalam usaha mencapai kemajuan atau perkembangan suatu wilayah khususnya Papua. Selain itu, Veithzal Rivai (2003, hal 6), berpendapat bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha pencapaian tujuan organisasi demi kemajuan bersama disuatu wilayah.

Pulau Papua merupakan pulau yang kaya raya dari sisi Sumber Daya Alamnya (SDA). Namun dari sisi Sumber Daya Manusia atau man power (SDM) belum nampak jelas produktivitasnya, sehingga Sumber Daya Manusia khususnya orang Papua sendiri belum bisa menjadi manusia yang berproduksi. Jika kita amati kisah sejarah Sumber Daya Manusia Papua, sudah semakin menghilang dan bukan lagi manusia yang berproduktif, tetapi manusia konsumtif. Di sisi ini, pemerintah harus memiliki presisi solusi agar dapat merevisi titik-titik penghambat Sumber Daya Manusia Papua. Oleh karena itu, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Papua tersebut pemerintah Papua harus berupaya berpikir secara kritis, agar orang Papua pun menjadi orang yang produktif demi pembangunan bagi wilayahnya sendiri. Orang Papua pada umumnya belum dikatakan sebagai manusia yang berjiwa membangun.

Hal ini terjadi karena manusia Papua yang sudah produktif pun terbatas. Papua memilki kekayaan biotanya, namun manusianya masih banyak yang memiliki pola hidup tradisional sehingga kekayaan biotanya hanya dimiliki oleh manusia yang terdampar oleh angin (transmigran). Manusia Papua memiliki potensi-potensi yang luar biasa, namun tidak ada manusia produktif yang memproduktifkan manusia Papua, sehingga segala potensi kini hilang.

Sumber Daya Manusia (SDM) atau manusia menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang handal atau canggih tanpa peran aktif Sumber Daya Manusia (SDM), tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu, kita harus berfikir secara kritis Sumber Daya Manusia atau man power apakah yang harus dibangun di tanah kita (Papua)? Sehingga terwujud manusia Papua yang produktif, inovator dan berkualitas, sesuai dengan hakikat dan sasaran pembangunan daerah Papua. Yang perlu dibangun adalah daya manusia yang membangun kehidupan bagi orang Papua. salah satu penggerak solusi mengembangkan SDM bagi manusia Papua adalah pemerintah. Pemerintah harus berupaya untuk mengadakan lapangan kerja bagi manusia Papua. Upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk manusia Papua agar tercapai kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi orang Papua sebagai berikut :

1. Pemerintah harus menyediakan tempat bermain bagi anak-anak Papua, seperti membuka lapangan bola untuk mereka berlatih bermain, membuka tempat pelatihan, kursus dan membuka perpustakaan. Yang manfaatnya bisa memberikan motivasi demi kemajuan generasi muda.
2. Pemerintah harus menyediakan lapangan kerja bagi para sarjana-sarjana yang sudah selesai sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.
3. Pemerintah harus menyediakan lapangan kerja bagi mama-mama Papua seperti kelompok pembuat noken, kelompok petani, peternak dan nelayan.
4. Pemerintah harus menyediakan lapangan kerja bagi bapak-bapak seperti kelompok pembuat pekerja lokal diantaranya kelompok pembuat pagar, kayu bakar, papan, las dan lain-lainnya.
5. Pemerintah harus menyediakan pasar khusus bagi mama-mama Papua
6. Pemerintah harus memanfaatkan mama-mama dan bapak-bapak Papua yang memiliki keahlian tertentu untuk memberikan pelatihan kepada orang-orang Papua yang belum bisa.
7.Pemerintah juga memanfaatkan para sarjanawan, sarjanawati yang sudah selesai untuk memberikan kursus pengetahuan bagi kaum anak dan kaum tua.

Karena Sumber Daya Manusia merupakan modal dan kekayaan yang penting dari setiap kegiatan manusia. Maka manusia sebagai unsur terpenting mutlak dianalisis dan dikembangkan dengan cara tersebut. Dari waktu, tenaga dan kemampuanya benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan kemajuan daerah maupun bagi kepentingan individual.

Oleh karena itu, untuk menjalankan solusi di atas, pemerintah harus menjadi patokan untuk menggerakan tugas tersebut dengan cara memberikan insentif pada setiap anggota kelompok. Agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar (basic need) dan juga kesejahteraan. Dan juga anggota tersebut akan merasa bahwa ada perhatihan dari pihak pemerintah. Untuk itu, maka tidak ada jalan kalau kita hanya berpikir atau berpikir lagi, tetapi atas dasar berpikir kita segera menjalankannya. Sebagaimana filsafat orang Papua khususnya suku Mee yaitu “Dou, Gai, Ekowai, ‘see, think, do.” (*)

Penulis adalah tokoh pemuda Papua, tinggal di Paniai

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SDM Papua Kurang, Pemerintah Jangan Diam!