Wacana Pemekaran Papua Selatan, Kembali Tuai Pro-Kontra

share on:
Tokoh Pemuda Marind, Hary Ndiken. Jubi/Frans L Kobun
Tokoh Pemuda Marind, Hary Ndiken. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Rencana pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) di sejumlah wilayah di Selatan Papua, mengundang pro dan kontra. Ada yang menilai pemekaran belum saatnya lantaran sumber daya manusia (SDM)  belum dipersiapkan secara matang terutama  di kalangan orang asli Papua.

Ada juga yang mendorong  pemekaran segera direalisasikan karena sudah 10 tahun lebih telah diperjuangkan.

Tokoh Pemuda Marind, Hary Ndiken saat ditemui Jubi Selasa (15/3/2016) mengatakan,  rencana pemekaran DOB di wilayah Selatan Papua termasuk Kabupaten Merauke,  tidak akan dinikmati oleh OAP. Mereka akan tetap menjadi penonton dan yang justru menikmati adalah orang dari luar.

“Ya, kita siapkan SDM orang asli Papua dengan baik. Sehingga saat sudah berjalan, semua telah dipersiapkan secara matang,” pintanya.

Hary mencontohkan fakta hari ini mayoritas ASN termasuk tenaga honorer di Merauke, Mappi maupun Asmat, banyak didatangkan dari luar daerah. Sementara OAP maupun anak keturunan yang lahir dan besar di Tanah Papua, hanya jadi penonton dan tidak diberdayakan.

Sementara menurut  Mantan Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Leonardus Mahuze, pemekaran DOB, sudah harus diwujudnyatakan. Karena itu adalah keinginan dan harapan masyarakat untuk hadirnya Kota Merauke serta Provinsi Papua Selatan.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Ketua Komisi II DPR RI dan menanyakan  perkembangan pembahasan DOB  yang sudah sekian lama ditunda.  Sesuai penjelasan, saat ini sedang dilakukan pembahasan dan hasilnya nanti akan diteruskan kepada Presiden RI, Jokowi. Jika tak ada halangan, April 2016 sudah bisa diketahui hasilnya,” ujar Mahuze.

Dijelaskan, tidak semua daerah akan dilakukan pemekaran. Tetapi ada prioritas seperti daerah perbatasan, terpencil maupun terisolir. “Saya juga berharap kepada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Frederikus Gebze agar membentuk tim  pemekaran untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan selama kurang lebih 10 tahun,” ujarnya.

Apalagi, jelas Mahuze, visi-misi Bupati dan Wabup Merauke juga adalah untuk pemekaran Provinsi Papua Selatan. “Ya, kita berharap agar komitmen pemekaran tetap ditindaklanjuti.  Memang banyak persoalan di Merauke yang harus diselesaikan, namun pemekaran juga sangat penting,” tuturnya. (Frans L Kobun)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wacana Pemekaran Papua Selatan, Kembali Tuai Pro-Kontra