Penyaluran Raskin Harus Dikembalikan ke Masyarakat

share on:
Barang bukti raskin yang disita Polres Jayawijaya tahun 2013 yang diduga digelapkan – Jubi/Ist
Barang bukti raskin yang disita Polres Jayawijaya tahun 2013 yang diduga digelapkan – Jubi/Ist

Wamena, Jubi – Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJPTP) meminta agar penyaluran beras raskin tidak disalurkan melalui pemerintah setempat tetapi disalurkan secara langsung kepada masyarakat.

Ketua FMJPTP Mully Wetipo di Wamena, Kamis (17/3/2016) mengatakan lima bulan terakhir beras raskin yang belum diterima masyarakat. Namun tidak disebutkan alasan yang jelas penyebabnya.

“Ini kira-kira persoalan ada dimana? Jangan lagi korbankan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta agar penyalurannya langsung diserahkan kepada masyarakat. Apalagi sekarang sudah ada dana desa.

“Jadi, kalau alasannya biaya tunggakan bayar subsidi atau lainnya okelah hari ini kita kembalikan ke masyarakat untuk tebus sendiri di dolog tidak lagi pakai APBD,” katanya.

Hal senada dikatakan Koordinator 24 Panti Asuhan Jayawijaya, Yakobus Wuka. Ia mengatakan sejak lima bulan terakhir panti asuhan belum mendapatkan jatah beras raskin.

“Kita kembali seperti dulu saja, kita bayar sendiri. Dari pada pemerintah yang bayar tapi banyak yang hilang, tidak percaya kita. Kembalikan ke kami sendiri atau di dinas sosial,” kata Yakobus.

Kepala Distrik Wamena Kota Lince Kogoya mendukung permintaan masyarakat jika penyaluran raskin langsung melalui masyarakat.

“Saya sepakat beras dikembalikan seperti dulu. Tidak usah pakai APBD karena itu jadi hambatan untuk masyarakat, biar masyarakat kelola sendiri dan tugas full harus melalui Bulog,” kata Lince.

Pada Februari lalu masyarakat Jayawijaya mengeluhkan penyaluran beras raskin yang sudah lima bulan dinanti terhitung Agustus – Desember 2015. Pemerintah Jayawijaya berlasan stok beras di dolog telah habis karena penerbangan. Namun dolog bersikukuh penyaluran raskin lancar hingga Februari 2016. (Wesai H. )

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penyaluran Raskin Harus Dikembalikan ke Masyarakat