Perancis Mulai Bicarakan Masa Depan Kaledonia Baru Paska Referendum

share on:
Bendera bangst Kanak, penduduk asli Caledonia Baru - Jubi/Victor Mambor
Bendera bangst Kanak, penduduk asli Caledonia Baru – Jubi/Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Media lokal Noumea di Kaledonia Baru, Kamis (17/3/2016) melaporkan, dua ahli dari Perancis mengadakan diskusi di Noumea tentang masa dean kelembagaan Kaledonia Baru setelah referendum yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada tahun 2018.

Seorang mantan menteri dan komisaris tinggi, Alain Christnacht dan mantan komisaris tinggi lainnya di Kaledonia Baru, Yves Dassonville telah bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan.

Noumea Accord, yang merupakan kesepakatan tripartit ditandatangani oleh pihak pro dan anti-kemerdekaan serta negara Perancis, akan berakhir pada 2018 tanpa ada kesepakatan tentang masa depan kelembagaan paska referendum.

Panitia penandatangan Noume Accord akan bertemu di Perancis pada bulan September atau Oktober tahun ini untuk kembali mendiskusikan perbedaan-perbedaan mereka.

Materi dalam referendum sampai saat ini belum disiapkan sementara desakan untuk melakukan pemeriksaan daftar pemilih dan kesepakatan baru yang dibuat untuk menunda pemungutan suara terus berlangsung.

Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, seharusnya berada di Noumea bulan ini untuk melakukan diskusi, tetapi perjalannya ditangguhkan sampai bulan depan. (Victor Mambor)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perancis Mulai Bicarakan Masa Depan Kaledonia Baru Paska Referendum