OMK Maknai Penderitaan Yesus Kristus Melalui Drama Kolosal

share on:
Drama kolosal kisah sengsara Yesus yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Terang Dunia yang berlangsung di Aula Vincencius, Jumat (18/3/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.
Drama kolosal kisah sengsara Yesus yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Terang Dunia yang berlangsung di Aula Vincencius, Jumat (18/3/2016) – Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Kota Jayapura memaknai kisah sengsara Yesus Kristus dengan drama kolosal, Jumat malam, 18 Maret 2016.

Sesuai tradisi Gereja Katolik, ibadat jalan salib dilakukan tiap hari Jumat dalam masa pra paskah, sejak Jumat pertama setelah Rabu Abu hingga Jumat Agung (wafat Yesus Kristus).

Dengan melewati dan merenungkan 14 perhentian atau stasi dalam jalan salib Yesus, umat diajak untuk mengambil bagian di dalam penderitaan-Nya.

Pada pekan ketiga ini, Jumat (18/3/2016) di aula Vincentius Waena, dalam drama yang diawali dengan segmen pertama, menampilkan taman Getsemani—awal Yesus (diperankan Yohanis Welikin) merasakan ‘kemanusiaan-Nya’ dengan rasa takut, berdoa memohon kekuatan Allah Bapa hingga ditangkap para serdadu Romawi untuk dibawa dan diadili Pontius Pilatus, gubernur wilayah kala itu.

Yesus pun diadili. Desakan demi desakan disuarakan. “Salibkan Dia!!” Salibkan Dia!!” Teriakan para pemuka agama terus menggema.

Namun Pilatus tak menemukan kesalahan pada Yesus. Karena terdesak, Pilatus lalu menyerahkan Yesus untuk disalibkan dan dihukum mati.

Umat yang hadir, 500-an orang pun merasa terharu dan membatin tatkala segmen berikutnya, Yesus memanggul salib ke Bukit Golgota atau tempat tengkorak.

Beberapa ibu tampak menitikkan air mata melihat proses penyiksaan para algojo terhadap Yesus yang diperankan oleh Poli Nanaryanan, mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih.

Poli Nanaryain, pemeran Yesus dalam drama itu, kepada Jubi usai drama mengatakan, awalnya ketika ditunjuk memerankan Yesus dalam drama kolosal tersebut sempat bimbang karena tugas tersebut sangat berat. Namun ia berusaha untuk menerima tugas berat itu.

“Yesus itu mempunyai kepribadian yang mulia, kita sebagai manusia tidak bisa mencapainya. Namun saya berusaha untuk menghayati apa yang dialami Yesus pada waktu itu. Tantangan paling berat yaitu menjadi pribadi Yesus,” katanya.

Pastor Paroki Kristus Terang Dunia, Pastor Bartolomeus Dowen Oyan kepada Jubi usai pementasan drama kolosal mengatakan, pihaknya baru kali ini mementaskan drama kolosal. Namun fragmen-fragmen lainnya kerap dipentaskan di paroki yang dipimpinnya itu.

“Pada 2014 kami malah melakukan ‘jalan salib’. Prosesnya mulai dari gereja hingga ke bukit Perumnas II (sekitar 300 meter dari Gereja Katolik Waena di Jalan SPG: Red). Di bukit itulah Yesus disalibkan,” katanya mengenang.

Pastor Bartolomeus menambahkan, apa yang dilakukan OMK tersebut sangat positif.

“Kebanyakan persepsi masyarakat bahwa orang muda sering melakukan kegiatan yang negatif. Namun dengan kegiatan ini kami ingin menghimpun orang muda gereja untuk menghayati bagaimana sengsaranya Yesus ketika pada zaman itu disiksa oleh para algojo untuk menebus dosa umat manusia,” ujarnya. (Roy Ratumakin)

 

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  OMK Maknai Penderitaan Yesus Kristus Melalui Drama Kolosal