Perbedaan Ras Bukan Ukuran, Cum Laude Karena Pertolongan Tuhan

share on:
Mahasiswi UKDW Yogyakarta asal Deiyai, Papua, Marsella Isani Edoway - Jubi/Ist
Mahasiswi UKDW Yogyakarta asal Deiyai, Papua, Marsella Isani Edoway – Jubi/Ist

Jayapura, Jubi – Berhasil meraih lulus dengan predikat cum laude pada program strata 1 tentu tidaklah mudah. Dengan komitmen yang tinggi, juga dukungan dari keluarga, teman-teman dan sanak, Marsella Isani Edoway, mahasiswi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Fakultas Bisnis dan Program Study Manajemen akhirnya meraihnya.

Selasa, 8 Maret 2016 lalu, Marsella diwisuda bersama ratusan mahasiswa lainnya. Alumni SMA Bopri 3 Yogyakarta ini dinyatakan lulus dengan predikat yang sangat memuaskan yakni IPK (skala 4,00) : 3,77 (Cum Laude)

Anak keempat dari lima bersaudara ini, sejak kuliah pada 2012 hingga tamat 2016 ini selalu mengurangi waktu bermain dengan teman-teman dan fokus untuk belajar serta mengerjakan tugas. Sebab, bagi Marsella, kuliah di Manajemen tak semudah  membalikkan telapak tangan.

“Untuk dapat mencapai predikat sangat baik di kampus tentu karena pertolongan Tuhan. Namun selain itu, harus ada kerja keras ‘bayar harga‘ seperti mengurangi waktu bermain dengan teman-teman dan fokus untuk belajar dan mengerjakan tugas,” tutur Marsella Edoway kepada Jubi melalui wawancara elektronik,  Rabu (16/3/2016).

Bagi Marsella, program pendidikan di program studi manajemen tidak hanya mengembangkan keahlian sesuai dengan kurikulum, namun juga mengembangkan soft skills yang sangat diperlukan dalam pekerjaan. soft skills yang dimaksud seperti, kepribadian, keahlian berkomunikasi, presentasi, dan kemampuan pengembenagan diri.

Serius kuliah, perempuan asli Deiyai, Papua kelahiran Medan, 17 Mei 1994 dari pasangan Yusuf Edoway (Alm) dan Burmi Marhaeni Edoway ini mengatakan, tak berarti dirinya menjadi ‘kutu buku’.

Selain kuliah, Marsella juga aktif dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan guna mengasah kemampuan soft skill, khususnya kemampuan dalam mengemukakan pendapat, berkoordinasi dengan orang-orang dengan karakter yang berbeda-beda serta dalam memecahkan persoalan (problem solving) dengan kelompok.

Walapun lulus dengan predikat cumlaude, kini Marsella belum ingin mencari pekerjaan. Ia berniat melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yakni program magister di bidang yang sama.

“Beberapa teman di kampus berlomba-lomba mencari pekerjaan setelah menyelesaikan program strata 1. Bahkan pulang ke daerah untuk membangun daerah. Namun, saya setelah ini  (menyelesaikan program strata 1), saya hendak melanjutkan program magister,” jelasnya.

Tidak mau mencari pekerjaan bukan karena belum siap bekerja atau belum siap membangun daerah, melainkan dengan mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi (program pascasarjana) ia berharap dapat memiliki kompetensi yang lebih baik dari kebanyakan orang.

“Sehingga saya yakin kompetensi yang semakin baik nantinya memudahkan saya bekerja dimanapun saya berada kelak. Atau pun membangun daerah dengan percepatan-percepatan karena nilai kompetensi SDM yang saya miliki,” imbuhnya.

Marsella dikenal tidak pelit kepada adik-adik tingkatnya, maka ia mengharapan untuk adik-adik tingkayna agar selalu bersyukur buat segala keadaan yang adik-adik miliki, tapi itu bukan berarti puas terhadap pencapaian yang adik-adik raih saat ini.

“Karena setelah berhasil dengan usaha kecil pasti ada kepercayaan baru untuk mengerjakan hal yang lebih besar. Itu bukan karena hukuman, tetapi karena semakin mempunyai anda untuk mengerjakan hal tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, jangan pernah puas, melainkan teruslah menggali potensi dalam diri adik-adik. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggali potensi diri, seperti, kuliah dengan baik, kursus, berorganisasi atau menyalurkan hobi agar lebih bermanfaat.

“Mengerti prioritas waktu dengan baik. Ketika dipercayakan orangtua untuk kuliah terlebih kuliah di luar pulau Jawa, sebagai seorang yang bertanggungjawab seharusnya menyelesaikan kuliah tepat waktu atau kurang dari waktu perkuliahan pada umumnya.

“Itu berarti adik-adik harus memprioritaskan belajar di atas segala aktivitas lainnya. Khususnya di kota studi Yogya, banyak hal yang ditawarkan di tempat ini yang dapat membuat mahasiswa dan mahasiswinya dapat hidup baik sekali atau buruk sekali,” ujarnya.

Baik apabila memprioritaskan waktu dengan mengambil kelas-kelas pembelajaran yang disediakan kota ini (kursus bahasa Inggris/Asing, kursus komputer, kursus setir mobil, universitas dengan berbagai jurusan). Di samping itu, dapat menjadi buruk sekali apabila memprioritaskan waktu untuk sekedar nongkrong dengan teman-teman di tempat-tempat tiap sudut kota. Bukan salah kalau sekedar pergi melihat, hanya harus tahu waktu.

“Di mana pun kita berada, di tempat kuliah atau di manapun itu, jangan pernah merasa malu terhadap fisik kita. Saya hidup di lingkungan orang-orang berkulit putih sejak SD, tentu banyak perbedaan dan pertentangan respon orang-orang tersebut terhadap saya karena saya berkulit hitam dan keriting. Tapi itu bukan masalah! Menjadi beda itu penting! Tetapi beda yang punya nilai lebih seperti Black Diamond. Terlalu biasa kalau hanya punya Diamond, tapi anda berkelas kalau bisa punya Black Diamond,” jelasnya.

Lanjutnya, seperti diketahui tahu, harga Black Diamond mahal! Melihat kondisi itu, Ia tidak pernah sungkan ketika di kelas bahkan selalu aktif dalam proses pembelajaran (seperti tidak malu bertanya kepada guru atau dosen ketika materi yang disampaikan tidak begitu jelas atau turut terlibat dalam organisasi sekolah).

“Dengan model “pembawaan diri” yang seperti itu sejak SD, SMP, SMA hingga PT, saya selalu ditunjuk untuk beberapa kompetisi cerdas-cermat, pidato bahasa inggris, olimpiade, kegiatan kesenian, asisten dosen atau volunter di universitas,” lanjutnya.

Program studi Manajemen ini dalam upaya memberi sumbangsih kepada masyarakat menawarkan konsentrasi yang memungkinkan para mahasiswa memilih konsentrasi sesuai dengan bakat serta keinginannya. Konsentrasi tersebut meliputi: Manajemen pemasaran dengan minat bidang retail dan komunikasi pemasaran, serta konsentrasi keuangan dengan minat bidang manajemen investasi.

Untuk dapat memahami dan mengaplikasikan teknologi informasi, para mahasiswa juga dibekali dengan program-program aplikasi komputer untuk membantu dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan bisnis. Demikian! (Abeth You)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perbedaan Ras Bukan Ukuran, Cum Laude Karena Pertolongan Tuhan