Pengungsi Papua di PNG Harapkan Layanan Dasar

share on:
Anaka-anak pengungsi Papua di Kiunga, PNG - Jesuit Refugee Service
Anak-anak pengungsi Papua di Kiunga, PNG – Jesuit Refugee Service

Jayapura, Jubi – Papua Nugini (PNG) akan melakukan pemukiman kembali ratusan pencari suaka dari Papua Barat sebagai bagian dari kesepakatan dengan Australia dalam perjanjian pusat penahanan Pulau Manus.

Sebagai bagian dari perjanjian itu, Pemerintah PNG diminta menyelesaikan nasib pencari suaka Papua Barat. Para pencari suaka dari Papua Barat ini merupakan orang-orang yang mengungsi dari konflik panjang di perbatasan Indonesia.

[sociallocker]Para pengungsi yang telah menunggu hingga 30 tahun untuk mendapatkan suaka mengatakan mereka mendapatkan kesepakatan yang tidak lebih baik dibandingkan dengan pencari suaka dari Timur Tengah.

Simon Auri, pengungsi yang telah menghabiskan 20 tahun terakhir di PNG mengatakan dia hidup dalam mobil karena tak punya rumah.

“Saya seorang laki-laki, bukan binatang, tapi saya harus hidup di dalam mobil,” katanya kepada kantor Berita Australia, ABC, Sabtu (19/3/2016).

Martha Horota, pengungsi Papua Barat lainnya mengaku tinggal di sebuah rumah di Port Moresby bersama sekitar 50 orang lainnya.

“Kotor di sekitar rumah itu. Tidak sehat tentunya kalau tinggal bersama 50 orang di tempat seperti itu,” kata Marta.

Martha menambahkan, ada dua dari orang yang tinggal di rumah itu memiliki pekerjaan. Sementara yang lain hanya menjual sayuran dan ikan di pasar jalanan.

Pemerintah PNG memperkirakan ada sekitar 10.000 orang Papua Barat hidup di Papua New Guinea.

Lebih dari 1.000 pengungsi Papua Barat ini telah mendapatkan kewarganegaraan. Sebagian besar para pengungsi ini tinggal di kamp-kamp di perbatasan PNG-Indonesia, namun ada juga yang di ibukota Port Moresby.

Pemerintah PNG mengatakan akan mengeluarkan kewarganegaraan untuk pengungsi ini pada pertengahan tahun ini.

Pengungsi dari Papua Barat yang telah mengajukan permohonan kewarganegaraan tidak berharap kehidupan mereka bisa berubah secara signifikan. Namun mereka berharap Pemerintah Australia bisa membantu beberapa layanan dasar untuk mereka.

Ini dikatakan oleh Matthew Akari, salah satu pengungsi yang telah mendaftarkan aplikasi kewarganegaraan.

“Mereka memperlakukan pencari suaka di Manus dengan lebih baik dari pencari suaka dari Papua Barat. Kami membutuhkan bantuan untuk mendapatkan layanan dasar seperti tanah, perumahan, air, listrik, pendidikan, kesehatan,” kata Akari. (Victor Mambor)[/sociallocker]

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengungsi Papua di PNG Harapkan Layanan Dasar