Minim Infrastuktur, Banyak Tempat Wisata Tak Tersentuh

share on:
Tarian Perang pada FDS yang diharapkan dapat menarik Wisatawan mancanegara ke Papua - Jubi / Engel Wally
Tarian Perang pada FDS yang diharapkan dapat menarik Wisatawan mancanegara ke Papua – Jubi / Engel Wally

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua, David Pagawak mengakui tak adanya akses infrastruktur menjadi kendala tersendiri dari pengembangan Pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten/Kota di Papua.

“Bila ada objek wisata, tanpa akses ke sana, kita tak bisa jual,” kata Pagawak kepada Jubi, Senin (21/3/2016).
Oleh sebab itu, pihaknya terus kerjasama dengan berbagai sektor dan stakeholder seperti Dinsa Pekerjaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan tempat wisata itu secara baik. Tak hanya akses jalan menuju tempat wisata tetapi juga fasilitas yang ada.

“Kerjasama tak hanya dengan pemerintah tetapi juga pihak swasta terus digalakkan untuk menolong warga setempat melalui objek wisata yang ada,” lanjutnya.

Mengenai target wisatawan, David Pagawak mengemukakan pihaknya kini merancang, memprogramkan serta bekerjasama dengan pihak-pihak pariwisata daerah untuk mengembangkan festival budaya dan mengadakan iven-iven nasional serta internasional sebagai upaya mempromosikan budaya Papua di dunia.

“Kita harap tak hanya 20 ribu bahkan 30 ribu wisatawan akan kunjungi Papua,” kata Pagawak.

Pihaknya berencana mengadakan Papua Airshow yang digandengkan dengan Festival Danau Sentani pada bulan Juni mendatang. Pemilihan Duta Pariwisata di Papua dan Festival Teluk Tanah Merah dilakukan pada bulan Oktober.

Ditempat terpisah, AU Sitepu Ketua Association of Indonesian Tour and travel Agencies (ASITA) DPD Papua menargetkan jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Papua pada kuartal tahun 2016 sebanyak 10 ribu orang.

Dari perbandingan data tahun sebelumnya, pada triwulan pertama 2016, sudah ada kenaikan sekitar 10-15 persen untuk wisman, sedangkan untuk wisnu (wisatawan nusantara/ domestik) pihaknya tidak bisa memprediksi, karena jarang tercatat.

“Untuk wisman itu kita bisa dapat data akurat dari laporan di Kepolisian, karena mereka harus memegang surat jalan,” kata dia.

Lanjutnya, untuk awal tahun ini, jumlah kunjungan wisman sudah terlihat dengan masuknya kapal pesiar Coral Expedition yang berlabuh di Jayapura beberapa waktu yang lalu.

Ia pun sepakat dengan PHRI Papua terkait dengan perlunya Pariwisata Papua digarap dengan serius oleh Pemerintah. (Sindung Sukoco)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Minim Infrastuktur, Banyak Tempat Wisata Tak Tersentuh