Pemain Pra PON Papua ke Piala Bhayangkara, Jack Komboy Khawatir

share on:
Pemain Sepakbola Pra PON Papua Ketika Latihan Beberapa Waktu Lalu - Jubi/Doc
Pemain Sepakbola Pra PON Papua Ketika Latihan Beberapa Waktu Lalu – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Salah satu pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua, Jack Kamasan Komboy khawatir kondisi tim sepakbola Pra PON Papua yang kini berada di Jawa Barat mengikuti babak kualifikasi Grup F, 20-30 Maret Mendatang.

Kekhawatiran mantan pemain Persipura itu lantaran beberapa pemain Pra PON Papua kini direkrut tim profesional yang berlaga di Piala Bhayangkara.

Ia mengatakan, ada sejumlah pemain Pra PON Papua yang bergabung dengan tim profesional. Mereka diantarnya Cristoper Sibi (Semen Padang), Muhammad Taher (Persipura), Petrus Paitoni Towolam (Persipura), Osvaldo Haay (Persipura) dan Yance Wenda (Persipura).

“Bagaimana dengan pemain Pra PON Papua yang ada di Persipura dan tim profesional lainnya? Ini jelas merugikan tim Pra PON Papua,” kata Jack Komboy via teleponnya kepada Jubi, Senin (21/3/2016).

Menurutnya, kondisi itu jelas menghambat para pemain tersebut bergabung dengan tim Pra PON Papua. Jack khawatir, hilangnya beberapa nama berdampak pada penampilan tim asuhan Djoko Susilo dibabak kualifikasi PON Jawa Barat.

“Di Persipura saja ada sekitar empat atau lima pemain. Tapi ya sudahlah semua itu kembali pada kebijakan mereka yang berwenang,” ucapnya.

Meski khawatir kondisi tim Pra PON Papua, namun mantan kapten kedua ‘Mutiara Hitam’ tersebut yakin Djoko Susilo dan assiten pelatih sudah menyiapkan berbagai strategi agar Papua bisa lolos ke PON mendatang.

“Kita harus tetap optimis. Kini tim Pra PON Papua butuh dukungan dan doa dari semua pihak, terutama masyarakat Papua,” kata legislator Papua itu.

Terpisah, mantan pemain Persipura lainnya, era 80an, Nico Dimo mengatakan, Djoko Susilo harus memiliki strategi jitu untuk meloloskan Papua ke PON. Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara yang akan jadi pesaing Papua di Grup F, tentu tak akan membiarkan para ‘mutiara hitam’ muda melenggang begitu saja ke PON.

“Apalagi dalam beberapa kali ujicoba di Jayapura lalu, saya menilai kerjasama antar tim belum maksimal. Pemain masih sering salah dalam kontrol bola dan melakukan passing,” kata Dimo.

Lini depan tim Papua lanjut dia, juga tak memiliki insting yang baik. Para penyerangan sering kalah ketika berduel dengan pemain lawan.

“Ketika lawan melakukan serangan balik, koordinasi antar barisan belakang dan lini tengah juga tak ada. Hal-hal ini yang harus jadi perhatian karena bisa dimanfaatkan lawan,” ucapnya.

Dalam laga perdana di Grup F, Minggu (20/3/2016) malam, Tim Sepakbola Pra PON Papua hanya bisa berbagi hasil imbang 1-1 ketika bersua ‘saudara mudanya’, Tim Pra PON Papua Barat. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemain Pra PON Papua ke Piala Bhayangkara, Jack Komboy Khawatir