UP2KP Temukan Indikasi Pungli Pada PIN Polio

share on:
Ilustrasi proses pemberian vaksin PIN Polio dari Puskesmas Abepura yang berlangsung di Saga Mall Abepura, Senin (14/3/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.
Ilustrasi proses pemberian vaksin PIN Polio dari Puskesmas Abepura yang berlangsung di Saga Mall Abepura, Senin (14/3/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi/Antara – Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) menemukan indikasi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas posyandu sekitar Perumnas III Waena, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio berkelanjutan.

Kepala Bidang Kesekretariatan UP2KP, Alexander Krisifu, di Jayapura, Senin (21/3/2016) mengatakan oknum petugas posyandu di sekitar wilayah perumnas III Waena itu memungut biaya sebesar Rp5.000 per bayi yang hendak mendapat pelayanan imunisasi polio.

Temuan itu mengemuka saat tim UP2KP melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kelanjutan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional di Kota Jayapura terutama memastikan laporan terhadap pungutan liar yang sebelumnya dilaporkan warga ke UP2KP.

“Dari sidak yang dilakukan ternyata benar ada pungutan liar yang dilakukan kepada warga yang membawa bayinya untuk mendapatkan PIN polio,” ujarnya.

Beberapa warga yang ditanyakan saat sidak, pun mengakui adanya pungutan dari petugas posyandu.

“Salah satu posyandu yang memungut biaya ini berada di sekitar daerah perumnas III Waena, Abepura, Kota Jayapura,” ujarnya.

Menurut dia, warga Perumnas III Waena yang didatangi dan ditanya mengaku satu bayi di pungut biaya sebesar Rp5.000 “Kami tadi tanyakan ke warga bahwa uang yang di kasih itu untuk apa, tapi mereka sampaikan bahwa tidak tahu uang itu dikasih untuk apa,” ujarnya.

Alexander menegaskan, Dinas Kesehatan Kota Jayapura agar memperhatikan hal itu karena pelaksanaan program PIN polio merupakan program nasional yang di dalamnya tidak ada pungutan biaya atau gratis.

“Dinas Kesehatan Kota Jayapura juga harus melakukan pemantauan ke lapangan supaya dapat memastikan hal-hal seperti ini karena akan berdampak buruk kepada masyarakat,” ujarnya.

PIN Polio gratis karena vaksin sudah disiapkan dari Kementerian Kesehatan dan didistribusikan ke masing-masing provinsi hingga kabupaten/kota.

“Jadi petugas posyandu dan puskesmas tinggal menjalankan PIN polio ini, jangan lagi ada pungutan yang dilakukan,” ujarnya.

Alexander berharap petugas posyandu dan puskesmas ikut menyukseskan pelaksanaan PIN Polio lanjutan tanpa memungut biaya.

Kementerian Kesehatan setuju Dinas Kesehatan Provinsi Papua melanjutkan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio meskipun waktu pelaksanaan PIN Polio sesuai jadwal nasional yakni 8-15 Maret 2016 sudah lewat.

Kepala Seksi Survelensi dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Papua Ahmad Yuri, mengatakan permintaan penambahan waktu PIN Polio di Papua sudah disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Permintaan tersebut ditempuh karena untuk wilayah Papua, tidak mungkin pelaksanaan PIN Polio bisa menjangkau seluruh wilayah hanya dalam jangka waktu satu minggu. (*)

 

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  UP2KP Temukan Indikasi Pungli Pada PIN Polio