Nerius Alom dari Semen Padang ke Persipura

Nerius Alom-Jubi/ist

Nerius Alom-Jubi/ist

Jayapura, Jubi- Daniel Womsiwor tak kaget dengan permainan Nerius Alom karena pemain ini sudah bermain bersama tim Universitas Cenderawasih dan meraih juara di Liga Pendidikan Indonesia sehingga hanya waktu saja yang bisa berbicara. Nerius Alom membuktikan mampu mencetak gol penyeimbang saat melawan PS Polri, gol tunggalnya menyelamatkan Persipura dari kekalahan di laga perdana Piala Bhayangkara.

“Buktinya Nerius Alom mampu menjalankan tugasnya dengan baik,”kata Daniel Womsiwor eks pelatih PS Uncen kepada Jubi, Senin(21/3/2016).

Dia menambahkan pemain-pemain muda ini adalah asset bagi masa depan Persipura sehingga harus dimaksimalkan dalam laga piala Bhayangkara 2016 jelang putaran kompetisi ISL 2016-2017 mendatang.

Lalu siapa sebenarnya Nerius Alom itu ?

Nama Nerius Alom mulai dikenal di kancah sepak bola Tanah Air setelah terpilih menjadi pemain terbaik liga usia di bawah 21 tahun pada 2014 bersama Tim Semen Padang U-21.

Tahun 2015, adik kandung Nelson Alom  itu memulai debut pertamanya memperkuat tim kontestan Liga Super Indonesia yaitu Semen Padang.
Bersama “Kabau Sirah”, julukan Semen Padang FC.

“Saya yakin nanti pada waktunya bisa memperkuat Timnas. Saat ini memang belum karena masih banyak kekurangan. Tapi ini adalah proses,” kata mahasiswa semester enam jurusan Administrasi Niaga Universitas Cenderawasih, belum lama ini.

Perkenalan Alom, sapaan akrabnya, pada sepak bola relatif tidak jauh berbeda dengan pesepak bola lainnya asal Papua.
Tanpa perlu bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) seperti anak-anak belia di kota besar, Alom kecil sudah bisa mengocek bola.
Setiap sore, Alom bermain bola dengan di halaman milik bersama lingkungan tempat tinggalnya dengan menggunakan peralatan seadanya.

“Saya ingat mulai ada sepatu bola saat sudah 10 tahun. Sebelumnya main-main saja sama teman di kampung. Ini biasa, semua anak di Papua bermain bola, malah aneh jika tidak bisa main bola,” kata gelandang kelahiran Beoga, 29 November 1994 itu.

Meski tidak dipegang oleh seorang pelatih, namun bakat alam yang dimiliki Alom sudah terlihat di usia belia. Bak emas yang terpendam, ia pun mulai dilirik sejumlah klub untuk direkrut menjadi pemain.

Debut pertamanya adalah bermain di Suratin Cup U-18 memperkuat Persidafon Dafonsoro Junior pada 2012, kemudian Persidafon U-18.
Tanpa menunggu lama, dalam rentan tiga tahun setelah memperkuat Persidafon usia muda, anak kedua dari lima bersaudara itu bergabung dengan klub Divisi III dan berlanjut ke Divisi II lalu ke Divisi I.

Pada 2014, Alom pun dilirik oleh seorang agen sepak bola yang kemudian memboyongnya ke Semen Padang U-21.

“Ketika ditawari Jimmy Mak (sang agen), saya merasa inilah impian yang saya nanti-nantikan. Meski sedih karena berpisah dengan keluarga di Papua, tapi saya tahu harus berjuang dari bawah untuk jadi yang terbaik. Saya pun harus siap merantau ke Padang,” ujar dia.

Bersama Kabau Sirah, karir Alom pun meroket. Penampilan ciamiknya pada final Liga Super U-21 tahun lalu demikian dikenang karena mampu mempecundangi Sriwijaya FC U-21 dengan empat gol tanpa balas.

Tanpa menunggu lama, hanya butuh satu tahun di Semen Padang U-21, Alom pun sudah menancapkan kaki di kompetisi senior LSI 2015.
Penggemar Xavy Hernandes (Barcalona FC) itu tidak membantah, terjadi dilema dalam dirinya karena sang ibunda menginginkan gelar sarjana sebelum terjun di sepak bola profesional.

“Ini saja saya diminta pulang ke Papua sama mama untuk selesaikan kuliah. Jadi bingung juga, tapi sementara saya putuskan untuk cuti dulu, dan papa setuju saja. Malah sangat mendukung,” kata dia.
Ia bersama kakak  tertuanya yakni Nelson Alom, saat ini keduanya memperkuat Persipura senior dan berposisi gelandang. Punya tendangan jarak jauh sama kerasnya.

“Mungkin orangtua saya binggung juga, karena di Papua itu, suatu keluarga akan sangat bangga jika ada anaknya bisa jadi pemain bola, bisa ada di televisi. Ini ada saya dan kakak, dua kakak beradik yang main bola,” ujar putra pasangan Usai Alom dan Selina Magai.(Dominggus Mampioper)

About the author

Related