Osvaldo Lessa Stop Eksprimen dan Rotasi Pemain

share on:
daniel womsiwor-Jubi/dok
daniel womsiwor-Jubi/dok

Jayapura, Jubi- Laga kedua Persipura melawan Persija Jakarta, Rabu (23/3/2016) di Stadion  Kapten I Wayan Dipta Gianyar berakhir imbang dengan skor 0-0. Dua laga berakhir imbang, pertama 1-1 lawan PS Polri, kedua berhadapan dengan Macan Kemayoran tanpa gol.  Padahal tercatat peluang Persipura dari kaki Ferinando Pahabol maupun Kenmonge sebanyak dua peluang babak pertama dan empat peluang emas babak kedua.

Mestinya dari enam peluang itu, harus ada yang berbuah gol tetapi faktanya penjaga gawang Persija mampu menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Persipura sejak babak pertama menjaga keseimbangan dengan melakukan penyerangan dari wing kiri maupun kawan. Namun ketika memasuki babak kedua Osvaldo Lessa menarik keluar Tahir, Nelson Alom dan Ian Luis Kabes serta Ronny Beroperay menyebabkan serangan dari sisi wing bek kiri agak berkurang terutama posisi Beroperay yang dimainkan Ian Kabes.

Begitupula saat pelatih Osvaldo Lessa menarik keluar Ian Luis Kabes dan memasukan jailani Sibi. Praktis serangan Persipura lebih banyak mengalir dari sisi kanan baik melalui kaki Tinus Pae maupun tusukan Pahabol ke depan gawang Persija di mana Kenmonge sebagai target man.

Menyikapi hasil Persipura yang bermain imbang melawan Ismed Sofyan dan kawan-kawan, pengamat sepak bola Daniel Womsiwor menilai pelatih Persipura masih mencoba melakukan rotasi pemain dan salah dalam menerapkan strategi.

“Saya melihat mestinya Ronny Beroperay dan Nelson Alom jangan ditarik keluar karena masuknya Nerius Alom bisa membukan peluang gol pada injury time,”katanya saat dihubungi Jubi usai menyaksikan Persipura melawan Persija dalam siaran langsung di salah satu televisi swasta, Rabu (23/3/2016).

Dia menambahkan mestinya pelatih Osvaldo Lessa tak harus melakukan eksprimen dengan merotasi pemain karena sejak di Malang, pelatih Persipura sudah beberapa kali uji coba sehingga sudah mengetahui pemain utama yang akan dipasang sepanjang pertandingan.

“Saya menilai susunan pemain Persipura saat melawan PS Polri babak kedua merupakan skuad terbaik yang mestinya dipertahankan. Bukan terus melakukan rotasi dan bereksperimen dengan ganti pemain,”katanya.

Jadi kata dia Persipura gagal meraih point sempurna, padahal dari segi fisik dan mental semua pemain Persipura kondisi prima. “Hanya saja mengapa dalam kompetisi resmi pelatih masih saja melakukan eksprimen dan rotasi. Saya ragu strategi yang digunakan bisa berujung pada kegagalan di laga selanjutnya,”kata Kepala PS Uncen, Jayapura ini.

Sementara itu pengamat dan juga mantan wartawan senior olahraga Roberth Wanggai menilai pemain Patrick Kenmogne harus segera dievaluasi karena beberapa kali pertandingan tidak memberikan hasil maksimal. “Mestinya dua pemain Ricky Kayame dan Nerius Alom serta Ronny Berperay tetap dipertahankan sehingga ada perbedaan. Bagi saya Ricky Kayame adalah reinkarnasi dari seorang Boaz Solossa jadi tetap dipertahankan sejak awal untuk posisi striker,”kata Roberth Wanggai seraya mengusulkan sebaiknya Osvaldo Chaay dan Ricky Kayame harus berdampingan dengan Ferinando Pahabol

Memang sejak awal pelatih Osvaldo Lessa sudah memperhitungkan waktu rehat yang pendek menyebabkan harus melakukan rotasi agar stamina terjaga hingga babak berikutnya. Meski tak memberikan beban kepada pemain muda tetapi point kemenangan penting dengan materi pemain yang sebenarnya tidak berbeda jauh antara senior dan yunior.

Bisakah laga selanjutnya meraih point sempurna? Semua tergantung dari kehebatan pelatih meracik strategi dan memasang pemain yang tepat. Agaknya pemain utama Persipura sudah terbentuk saat babak kedua Persipura melawan PS Polri.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Osvaldo Lessa Stop Eksprimen dan Rotasi Pemain