Polisi Larang Jurnalis Memotret Aksi Demo

share on:
Benny Mawel saat didatangi polisi yang menyuruh dia berhenti memotret aksi demonstrasi - IST
Benny Mawel saat didatangi polisi yang menyuruh dia berhenti memotret aksi demonstrasi – IST

Jayapura, Jubi – Jurnalis Jubi, Benny Mawel diintimidasi oleh oknum polisi dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jayapura saat meliput aksi demonstrasi mahasiswa Universitas cenderawasih (Uncen) yang menolak kedatangan Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Panjaitan.

“Saya saat itu sedang memotret aksi demo mahasiswa. Tiba-tiba ada polisi yang beteriak, kamu stop ambil foto. Saya jawab, saya wartawan sambil menunjukkan kartu pers saya,” kata Benny Mawel.

[sociallocker]Aksi demonstrasi ini terjadi di sekitar Gapura kampus Uncen di waena, Rabu (23/3/2016).

Lanjut Benny, ada sebagian polisi yang kemudian mengijinkan ia memotret. Tapi tetap saja ada polisi yang terus mengintimidasi dia, bahkan mendatangi dia.
“Karena saya melihat ke mereka (polisi), ada polisi yang datang dan ancam saya dengan kata-kata kasar. Mereka bilang, kamu nantang kah?” kata Benny.

Tapi akhirnya, kata Benny, ada polisi yang meminta maaf kepada dia.

“Tapi yang lain tampaknya masih tidak terima karena saya memotret aksi demonstrasi itu,” ujar Benny.

Menurut Benny, sudah seringkali dia diintimidasi oleh polisi saat melakukan liputan. Pertama kali saat liputan sidang Fokorus Cs tahun 2012 di Pengadilan Negeri Jayapura. Kedua saat meliput peringatan 1 Desember tahun 2012 di depan markas Korem Jayapura.

“Ketiga, liputan demo 8 Desember 2015 di depan Gereja Gembala baik Abepura,” katanya.

Bahkan saat liputan peringatan 1 Desember 2012 ia sempat diinterogasi oleh polisi. Padahal ia sudah menunjukkan kartu pers, tetapi oknum polisi yang berjumlah sekitar 10 orang ngotot menyebutkan dia bukan jurnalis.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kota Jayapura, Eveert Joumilena membenarkan adanya larangan memotret ini. Menurut Eveert, sempat terjadi adu mulut dan salah pengertian antara aparat kepolisian dengan Benny.

“Waktu demo tolak kedatangan Menkopolhukam di depan gapura Uncen Abepura, Benny sempat memotret. Namun polisi melarang. Benny lalu menjelaskan kepada polisi bahwa dia adalah wartawan sambil menunjukkan kartu pers. Dia lalu disuruh menggantungkan kartu persnya, agar jelas. Tetapi ada beberapa polisi yang mengira dia menantang saat hendak menjelaskan,” jelas Eveert.

Namun Eveert menyesalkan kesalahpahaman yang terjadi dan meminta aparat keamanan bisa memahami tugas – tugas jurnalis saat meliput.

“Saya kira pihak kepolisian juga harus bisa memahami tugas jurnalis saat peliputan aksi-aksi demonstrasi, sehingga hal yang demikian tak perlu terjadi,” ujar Eveert

Ia berharap, pihak keamanan bisa memahami tugas jurnalis yang secara jelas diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Kawan – Kawan jurnalis juga harus pandai melihat situasi, terutama dalam menggunakan  kartu pers atau ID Card jurnalis, sehingga keberadaan kita jelas sebagai media yang meliput,” harapnya. (Victor Mambor)[/sociallocker]

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polisi Larang Jurnalis Memotret Aksi Demo