Kenaikan Harga Kantong Plastik Masih Dipolling

share on:
Stiker diet kantong plastic yang sudah mulai di terapkan di SAGA Mall Abepura – Jubi/Roy Ratumakin.
Stiker diet kantong plastic yang sudah mulai di terapkan di SAGA Mall Abepura – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Harga kantong plastik berbayar hingga kini masih ditentukan oleh Pemerintah pusat dengan harga Rp 200 yang juga berlaku di Papua khususnya Kota Jayapura. Namun beberapa kalangan meminta agar harga kantong plastik berbayar tersebut dinaikan sesuai dengan ukuran kantong plastik itu sendiri.

Hal ini ketika ditanya ke Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano, dirinya mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan polling pada para pedagang di Kota Jayapura, apakah harga kantong plastik tersebut dinaikan sebesar Rp 1.500 atau Rp 5.000 per kantong plastik namun masih dilihat sesuai besar kecilnya kantong plastik.

“Kami masih melakukan polling kepada para pedagang. Namun untuk saat ini sebagian besar ritel-ritel di Kota Jayapura sudah memberlakukan harga kantong plastik tersebut,” katanya, sembari mengakui bahwa harga kantong plastik yang diterapkan masih terlalu murah.

Dirinya juga mengakui bahwa Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait harga kantong plastik tersebut juga belum dikeluarkan karena masih dilakukan polling.

“Perwal juga belum keluar karena itu tadi, belum ada kata sepakat tentang harga yang ditentukan,” ujarnya.

Terkait dengan banyak pedagang khususnya di pasar-pasar tradisional yang belum menerapkan kantong plastik berbayar pada pembeli, BTM sapaan akrabnya juga belum bisa memaksakan hal tersebut karena hingga kini pihaknya masih sebatas pemberitahuan dan belum ada ketetapan hukum.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura, Lievelin Louis Ansanay saat ditemui Jubi, Selasa (15/3/2016) mengatakan bahwa harga tersebut terlalu murah dan belum memberikan dampak yang signifikan untuk menekan angka penggunaan kantong plastik.

“Saya setuju kalau harga kantong plastik dinaikan. Hal ini dilakukan agar ada efek jera kepada masyarakat,” katanya.

Dirinya mengatakan bahwa walaupun hal tersebut sudah diberlakukan namun masyarakat masih tetap menggunakan kantong plastik, padahal kebijakan pemerintah untuk menerapkan kantong plastik berbayar untuk menekan limbah plastik yang selama ini menjadi penyebab banjir di sejumlah daerah termasuk Kota Jayapura.

“Namun untuk sementara kita pakai dulu. Supaya masyarakat yang tadinya biasa dengan kantong plastik mungkin dia bawa kantong dari rumah seperti kain dan kulit kayu yang di buat menjadi noken,” ujarnya. (Roy Ratumakin)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kenaikan Harga Kantong Plastik Masih Dipolling