Dinas Pertanian Sumut Diminta Serius Pertahankan Lahan

share on:
Pertanian di Jawa Tengah, ilustrasi -- pak-tani-ke-sawah.blogspot.co.id/
Pertanian di Jawa Tengah, ilustrasi — pak-tani-ke-sawah.blogspot.co.id

Medan, Jubi – Dinas Pertanian Sumatera Utara diminta terus melakukan berbagai upaya serius untuk mempertahankan lahan pertanian guna mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan.

Dalam rapat dengan Dinas Pertanian Sumut di Medan, Senin (28/3/2016), anggota Komisi B DPRD Sumut Bustami HS mengatakan upaya mempertahankan lahan itu sangat dibutuhkan gunamendukung ketahana pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Upaya tersebut semakin dimungkinkan karena Sumut telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan.

“Kita sudah punya perdanya. Jadi, tinggal bagaimana mempertahankan lahan pertanian itu,” katanya.

Menurut dia, Dinas Pertanian perlu menyelesaikan berbagai masalah yang dapat menyebabkan petani mengalihfungsikan lahan ke bidang usaha lain.

Politisi PPP itu mencontohkan kondisi kesulitan air seperti yang dialami petani di Gebang, Kabupaten Langkat yang memiliki potensi lahan sekitar 3.000 ha.

Demikian juga dengan lahan seluas 6.000 ha di Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. “Jika tidak ada air, dikhawatirkan lahan tersebut akan beralih ke perkebunan sawit,” katanya.

Harapan serupa juga disampaikan Sekretaris Komisi B Arripay Tambunan yang mengharapkan berbagai lahan pertanian yang selama ini cukup terkenal dapat dipertahankan.

Salah satu daerah yang selama ini terkenal dengan produksi beras adalah kawasan Ledong di Kabupaten Labuhan Batu Utara.

“Dulu terkenal dengan beras Ledongnya, namun sekarang tidak ada lagi,” kata politisi PAN itu.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Sumut Ramses Simbolon mengharapkan Dinas Pertanian tidak “patah semangat” dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Dinas Pertanian untuk memaksimalkan fungsinya dalam pengembangan sektor pertanian di daerah itu.

Politisi Partai Gerindra itu meminta Dinas Pertanian dalam mengajukan anggaran lebih dilengkapi dengan data-data berikut penelitian, seperti tentang inventarisasi jaringan irigasi dan jadwal tanam yang akan mempengaruhi tingkat produksi.

“Jangan kita mengajukan anggaran seakan-akan seluruh sektor termasuk infrastruktur pertanian sudah bagus semua,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian Azhar Harahap mengatakan, pihaknya merencanakan usulan anggaran tahun 2017 sebesar Rp113,9 miliar yang disusun sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD 2013-2018). (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinas Pertanian Sumut Diminta Serius Pertahankan Lahan