DKP Papua Diminta Susun Program Kolam Air Tawar

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty - Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Mengingat tingkat konsumsi ikan di wilayah pegunungan masih tergolong rendah, Pemerintah Provinsi Papua meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk menyusun suatu program kolam air tawar, keramba atau danau.

Asisten Bidan Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty kepada wartawan mengatakan pemprov terus mendorong masyarakat di wilayah pegunungan untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan segar.

“Ikan miliki kandungan gizi dan protein yang sangat tinggi. Untuk itu, kami minta DKP untuk menyusun program kolam air tawar, khususnya di wilayah pegunungan,” kata Loupatty, di Jayapura baru-baru ini.

Ia menilai, program penyediaan kolam air tawar merupakan solusi tepat agar masyarakat di wilayah pegunungan bisa lebih cepat mengkonsumsi ikan.

“Dengan membudidayakan ikan air tawar, maka masyarakat di wilayah pegunungan bisa mengkonsumsi ikan lebih cepat,” ucapnya.

Sementara  itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  Papua, Iman Djuniawal mengatakan mayoritas masyarakat di wilayah Indonesia Timur lebih menyukai ikan laut,  sehingga tingkat kebutuhan ikan  jauh lebih tinggi, sementara ikan yang masuk tak mencukupi.

Tingkat konsumsi ikan di Papua  tergolong tinggi, namun dari 29  Kabupaten/Kota di seluruh Papua, sebanyak 12 kabupaten/kota terletak di pesisir. Sedangkan 17 kabupaten lainnya terletak di pegunungan.

“Tingkat konsumsi ikan di Papua sebenarnya tinggi pada wilayah pesisir. Jadi bayangkan kalau minat makan ikan tadi itu sampai bisa menembus distribusi pegunungan otomatis kita bisa peringkat 5 atau 10 di Indonesia sebagai konsumsi ikan terbesar,” kata Iman. (Alexander Loen)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DKP Papua Diminta Susun Program Kolam Air Tawar