Penangkapan Koruptor Jangan Tebang Pilih

share on:

Sorong, Jubi – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua diminta agar menangkap semua pelaku terduga korupsi tanpa diskriminasi.

Hal itu dikatakan tokoh intelektual Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Piterz Kondjol ketika ditemui wartawan di Kota Sorong, Selasa (29/3/2016).

Ia mengatakan ada temuan dugaan korupsi di ruas Jalan Boldon Sesor – Keyen Boldon yang sudah ditetapkan penyidik Kejati Papua dan menetapkan beberapa tersangka. Menurut dia masih banyak kasus dugaan korupsi di kabupaten itu yang belum diungkap.

“Saya punya harapan, penyidik Kejati Papua tidak menebang pilih dalam kasus tersebut. Bukan hanya ruas jalan Boldon Sesor saja yang jadi temuan, melainkan juga sejumlah ruas jalan yang pengerjaan tidak sesuai dengan kontrak,” katanya.

Sesuai temuan inspektorat tahun 2011 ada 9 ruas jalan di Kabupaten Sorong Selatan yang merugikan negara sebesar lebih dari Rp 35, 4 miliar yang bersumber dari berbagai anggaran.

Dalam temuan inspektorat ini ada perusahaan yang mengerjakan peningkatan jalan di Sorsel, di antaranya PT Maesa Jaya yang mengerjakan jalan Wenslolo – Sasnek dan peningkatan jalan Bariat – Nakna.

Selain itu, PT Karya Utama Persada mengerjakan jalan yang menghubungkan SP 1 – Jaksiro – Haimaran, PT MOS Jaya proyek yang dilakukan yaitu peningkatan jalan Muswaren – Kamisabe, PT Nikita Raya mengerjakan jalan Teminabuan – Klamit, kemudian pekerjaan mobilisasi, galian, timbunan dan penyiapan badan jalan.

Sementara PT Vita Samudera melakukan peningkatan jalan dalam kota Teminabuan kemudian proyek lanjutan peningkatan jalan tersebut.

Dari daftar plafon anggaran sesuai kuantitas dan harga, untuk versi kontraktor dana yang digunakan sebesar Rp 56, 60 miliar lebih, sementara perhitungan tim pemeriksa inspektorat sebesar Rp 21, 20 miliar lebih sehingga selisih pembiayaan yang merupakan kerugian negara sebanyak Rp 35, 40 miliar lebih.

“Saya minta kepada Kejati Papua harus melihat dan mengungkap dugaan korupsi dari temuan inspektorat Sorong Selatan ini, karena sejumlah temuan ini pernah dilaporkan ke KPK tahun 2013 lalu. Saya siap membantu penyidik jika membutuhkan data yang akurat terkait temuan 9 pekerjaan tersebut,” katanya.

Ia bahkan berharap kasus-kasus seperti itu tidak terulang lagi supaya pembangunan di Sorsel berjalan lancar dan cepat hingga pembangunan dinikmati masyarakat.

Penyidik Kejati Papua sudah memanggil mantan Bupati Sorsel, Otto Ihalauw atas dugaan korupsi dana sebesar Rp 4 miliar. Pemeriksaan Otto sebagai salah satu saksi dalam kasus korupsi pembangunan ruas jalan Boldon Sesor di Sorong Selatan sepanjang lima kilometer.

 

Kepala Penerangan Hukum Kejati Papua, Viktor Mamoto mengatakan, pihaknya sudah dua kali memanggil yang bersangkutan, tetapi ia malah mangkir.

“Proyek menggunakan dana APBD Kabupaten Sorong Selatan tahun anggaran 2012 dan 2013 senilai Rp 4 miliar,” kata Viktor, Rabu (23/3/2016).

Modus dalam proyek ini adalah pendobelan anggaran. Sebenarnya proyek pengerjaan jalan ini telah selesai tahun 2012. Namun berdasarkan temuan penyidik, adanya penganggaran dana untuk proyek yang sama pada tahun 2013. (Niko MB)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penangkapan Koruptor Jangan Tebang Pilih