Asrama Tunas Harapan Bakal Dijadikan Pusat Pastoral

share on:
Uskup Leo Laba Ladjar sedang menyapaikan pendapat kepada para penghuni Astuhar didampingi Pater Yan You, Pr, Rabu (30/03/2016) - Jubi/Abeth
Uskup Leo Laba Ladjar sedang menyapaikan pendapat kepada para penghuni Astuhar didampingi Pater Yan You, Pr, Rabu (30/03/2016) – Jubi/Abeth

Jayapura, Jubi – Asrama mahasiswa ‘Yameewa’ Tunas Harapan yang berada di Jalan Raya Padangbulan, Kota Jayapura akan digusur dan dijadikan pusat pastoral Keuskupan Jayapura.

Maka dari itu, uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM. meminta kepada penghuni asrama agar segera mencari tempat tinggal yang baru.

Dalam pertemuan bersama penghuni asrama Tunas Harapan di Dok II Jayapura, Rabu (30/03/2016), Mgr. Leo mengatakan keuskupan sudah memberitahukan hal tersebut melalui Pater Neles Tebai, Pr. bahwa keuskupan berencana merobohkan bangunan-bangunan tua di kompleks asrama tersebut sejak pertengahan tahun 2015 lalu.

“Bahkan, beberapa tahun yang lalu lagi. Ini untuk keuskupan mau bangun pusat pastoral keuskupan Jayapura,” katanya.

Keuskupan melayangkan surat kepada penghuni asrama pada tanggal 26 Desember 2015 untuk segera mengosongkan asrama itu. Namun hingga kini asrama yang tak jauh dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur Abepura itu masih dihuni. Oleh karena itu, keuskupan akan masuk dengan alat berat untuk merobohkan bangunannya.

“Ini sudah komitmen kami. Sudah tidak ada lagi kompromi lebih lanjut. Jadi, pertemuan kali ini sudah terakhir. Maka, saya minta mereka (penghuni) segera cari tempat tinggal. Kan, ada banyak Pemerintah Daerah sediakan asrama-asrama yang mewah,” katanya.

Pembina asrama ‘Yameewa’ Tunas Harapan, Aleks Giyai mengatakan, hal tersebut tidak mengurangi semangat belajar mereka. Namun keuskupan mengeluarkan penghuni asrama secara tidak terhormat.

“Kita ini aset-aset gereja Katolik di tanah Papua. Banyak mantan penghuni di asrama ini sejak tahun 1990-an sudah sukses dan sekarang menjadi orang besar semua. Maka, itu kami mau katakan bahwa keuskupan Jayapura telah membunuh karakter kami sebagai generasi Katolik masa depan,” kata Aleks.

Oleh karena itu, tak secepat ini pihaknya tidak akan meninggalkan asrama tersebut, namun akan menunggu hingga alat berat itu masuk di lokasi tersebut barulah akan mencari tempat tinggal yang baru.

“Sekarang ini kami sudah beli papan dan lat untuk perbaiki pintu yang rusak. Jadi, kami tunggu sampai alat berat itu masuk dulu di asrama. Setelah betul-betul asrama ini dirobohkan depan kami itu baru kami tinggalkan asrama,” katanya. (Abeth You)  

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Asrama Tunas Harapan Bakal Dijadikan Pusat Pastoral