DPRD Merauke Kecam PT SIS

share on:
Masyarakat di Kampung Sanegi, Merauke yang tidak diberdayakan olebh PT SIS. Jubi/Frans L Kobun
Masyarakat di Kampung Sanegi, Merauke yang tidak diberdayakan olebh PT SIS. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke mengecam  PT SIS yang tidak melibatkan lagi  masyarakat di Kampung Zanegi dalam kegiatan penebangan maupun pengolahan kayu. Padahal, masyarakat setempat adalah pemilik tanah adat dan mestinya harus diberdayakan secara langsung di dalam areal perusahaan.

“Saya sudah mendengar keluhan dari masyarakat di Kampung Zanegi jika mereka sudah tidak dilibatkan lagi oleh PT SIS dalam tiga tahun terakhir,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken kepada Jubi Selasa (29/3/2016).

DPRD akan ke Kampung Zanegi dan bertemu kembali masyarakat sekaligus menanyakan alasan  mendasar hingga PT SIS tak memberdayakan warga setempat.

Dikatakan, tindakan  yang dilakukan PT SIS, secara tidak langsung ‘membunuh’ masyarakat setempat. Karena lahannya digunakan, namun pemilik tanah ulayat justru tak diberdayakan dan hanya menjadi penonton. “Sebagai dewan, saya sangat sesalkan dengan keputusan sepihak dari perusahaan,” tegasnya.

Hengky menambahkan, persoalan dimaksud akan dilaporkan  juga kepada pimpinan dewan. Sehingga dapat diatur waktu agar PT SIS dipanggil dan memberikan penjelasan.

Kepala Kampung Zanegi, Ernes Kaize mengaku, sejak tahun 2010 saat perusahaan mulai beroperasi, 30-an warga di kampung itu, direkrut dan dipekerjakan. Hanya saja, mulai tahun 2012 sampai sekarang, mereka diberhentikan dengan alasan, perusahaan tak beroperasi lagi. Padahal, sedang beroperasi melakukan penebangan kayu sebagaimana biasa. (Frans L Kobun)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPRD Merauke Kecam PT SIS