“Kami Kaget Alat Berat Sudah Menggusur Tanah Kami”

share on:
Warga saat menyita alat berat di Tanjung Kasuari yang akan menggusur tanah ulayat mereka untuk dijadikan jalan – Jubi/Niko
Warga saat menyita alat berat di Tanjung Kasuari yang akan menggusur tanah ulayat mereka untuk dijadikan jalan – Jubi/Niko

Sorong, Jubi – Marga Warfandum dan Marga Bewela di Sorong menyesalkan sikap Dinas Pekerjaan Umum yang belum membayar ganti rugi atas tanah ulayat mereka di lokasi Tanjung Kasuari.

Tanah ulayat milik dua marga ini digunakan untuk pembangunan jalan lintas Tampa Garam – Saota. Namun tanpa diberi tahu tanah dan tanaman mereka tiba-tiba digusur untuk pembangunan jalan.

“Kami kaget dengan alat-alat berat yang sudah di perintahkan untuk meratakan tanah kami, apalagi di situ tempat kami mencari makan dan membangun usaha karena tempat kami ini adalah tanah material atau tanah timbunan yang biasa dibeli masyarakat kota,” kata perwakilan dua marga ini, Salma Warfandum ketika ditemui Jubi di Sorong, Selasa (29/3/2016).

Ia menyebutkan tanah ulayat mereka ‘dibongkar’ sejak tahun 2010 hingga 2016, tetapi belum membayar ganti rugi atas kepemilikan tanah tersebut.

“Stop sudah tipu-tipu kami orang Papua karena kami orang Papua sudah pintar. Kalau tidak bayar ya mohon maaf alat berat kami tahan dan tidak boleh beroperasi,” katanya.

Warga pemilik ulayat lainnya, Penias Mayor mengharapkan agar masalah tersebut segera diselesaikan. Maka pemerintah setempat diminta agar berdialog dengan masyarakat pemilik ulayat untuk menyelesaikan masalah ganti rugi tanah ulayat.

“Kami sudah kasih hati, jangan mau ambil jantung lagi,” katanya.

Dinas PU Kota Sorong hingga berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah tersebut. (Niko MB)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  “Kami Kaget Alat Berat Sudah Menggusur Tanah Kami”