Di Merauke, Jumlah Anak Aibon Mencapai 400 Orang

share on:
Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Polres Merauke untuk membahas anak-anak aibon. Jubi/Frans L Kobun
Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Polres Merauke untuk membahas anak-anak aibon. Jubi/Frans L Kobunk

Merauke, Jubi – Guna mendapatkan masukan terkait rencana pembuatan aturan  tindak pidana anak di bawah umur. Karena terus meningkatnya kasus kriminal yang melibatkan anak-anak, Polres Merauke Kamis (31/3/2016), melakukan pertemuan dengan beberapa komponen terkait.

Pertemuan dimaksud dipimpin  Wakapolres Merauke, Kompol Muhzin Neungkela yang dihadiri Kadis Sosial Merauke, M Latang, para pegiat anak serta beberapa komponen lain.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merauke, M Latang dalam kesempatan itu mengungkapkan, jumlah anak aibon sekarang mencapai kurang lebih 400 orang. Biasanya mereka ditemukan di emperan toko atau seputaran GOR sambil menghirup aibon.

Beberapa tahun lalu, demikian Latang, pihaknya  pernah mengamankan 18 orang anak aibon dan tinggal di salah satu panti asuhan. Hanya beberapa hari kemudian, orangtuanya datang dan membawa pulang. “Nah, ini menjadi salah satu persoalan serius yang harus dibicarakan dan didiskusikan secara bersama-sama,” katanya.

Jumlah anak aibon yang terus mengalami peningkatan, maka sudah saatnya pemerintah setempat berpikir untuk membangun rumah singga. “Ya, kami berharap pembangunan rumah singgah dapat dilakukan dalam tahun ini, mengingat banyak keluhan tentang perilaku anak aibon,” tuturnya.

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Saherdi mengungkapkan keprihatinannya terhadap anak-anak  yang kini telah mengisap aibon. Tentunya, semua orang menginginkan serta mengharapkan agar mereka harus diselamatkan. Karena merupakan generasi berikut yang nantinya akan meneruskan tongkat pembangunan.

“Saya juga mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat  kalau anak-anak aibon sering berulah dengan melakukan pencurian di rumah-rumah. Hal ini harus disikapi dengan mencari solusi penyelesaian,” pintanya.

Wakapolres Merauke, Kompol Muhzin Neungkela mengharapkan agar adanya masukan yang disampaikan dalam pertemuan dimaksud Karena nantinya akan dibuatkan aturan tentang TP bagi anak di bawah umur.

“Selama ini sejumlah anak aibon melakukan tindakan kriminal hanya diamankan dan diberikan pembinaan. Setelah itu dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, kasus pencurian masih terus dilakukan dan meresahkan masyarakat, sebab itu kami membutuhkan masukan dari berbagai pihak untuk memecahkan masalah ini,” ujarnya. (Frans L Kobun)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Merauke, Jumlah Anak Aibon Mencapai 400 Orang