Petani Pati Diminta Lindungi Burung Hantu

share on:
Ilustrasi Rubuha - cybex.pertanian.go.id
Ilustrasi Rubuha – cybex.pertanian.go.id

Pati, Jubi – Petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diminta melindungi populasi burung hantu jenis tyto alba karena terbukti menekan populasi hama tikus yang selama ini merusak tanaman padi petani hingga mengakibatkan gagal panen.

“Kami minta petani tidak memasang perangkap tikus yang menggunakan aliran listrik karena bisa mencederai burung hantu tersebut,” kata Bupati Pati Haryanto di Pati, Kamis (31/3/2016).

Ia berharap petani turut mengembangbiakkan burung hantu sebagai pemangsa tikus, bukannya memasang alat perangkap tikus yang dialiri listrik, karena membahayakan burung hantu serta mengancam keselamatan petani sendiri.

Apalagi, lanjut dia, burung hantu di areal sawah padi sudah terbukti menekan perkembangan hama tikus yang selama ini merusak padi hingga menggagalkan panen.

Menurut dia, keberadaan rubuha atau rumah burung hantu di areal persawahan perlu diperbanyak.

Hal itu, lanjut dia, untuk menunjang perkembangbiakan burung hantu dan menjaga keberadaan serta kenyamanan burung tersebut di lingkungannya.

Dengan demikian diharapkan hama tikus, yang dianggap menjadi momok bagi para petani karena sepanjang musim tanam selalu ada, bisa dikurangi populasinya.

“Semua pihak harus peduli dan bersama-sama melakukan pengendalian secara terus menerus,dari sebelum tanam sampai dengan panen untuk menekan populasinya hama tersebut,” ujarnya.

Dalam rangka mengembangbiakkan pemangsa tikus, Pemkab Pati mengalokasikan dana untuk pembuatan rubuha.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pati Mokhtar Effendi mengungkapkan, jumlah rubuha yang terpasang sebanyak 200 unit, ditambah lima unit karantina.

Pemkab Pati juga mengapresiasi petani yang secara swadaya membuat rubuha.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Petani Pati Diminta Lindungi Burung Hantu